JAKARTA. Makin minimnya pasokan obligasi diperkirakan akan menahan yield obligasi di level tinggi hingga akhir tahun. Pasalnya, penerbitan Surat berharga negara (SBN) hampir memenuhi target pemerintah. Direktur Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) Wahyu Trenggono mengatakan penjualan SBN dari awal tahun hingga akhir Oktober telah mencapai 97,89% dari target gross issuance dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2015 yang berjumlah Rp 461,75 triliun. Dus, pemerintah tinggal menerbitkan SBN sekitar 2,11% atau Rp 10 triliun hingga akhir tahun. Analisis dia, penerbitan tersebut akan dilakukan melalui lelang regular. Diperkirakan, pemerintah akan melakukan empat Kali lelang. Yakni, dua Kali lelangĀ Surat utang negara (SUN) dan dua Kali Surat berharga negara syariah (SBSN) atau sukuk negara.
Pasokan kian minim, yield obligasi sulit turun
JAKARTA. Makin minimnya pasokan obligasi diperkirakan akan menahan yield obligasi di level tinggi hingga akhir tahun. Pasalnya, penerbitan Surat berharga negara (SBN) hampir memenuhi target pemerintah. Direktur Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) Wahyu Trenggono mengatakan penjualan SBN dari awal tahun hingga akhir Oktober telah mencapai 97,89% dari target gross issuance dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2015 yang berjumlah Rp 461,75 triliun. Dus, pemerintah tinggal menerbitkan SBN sekitar 2,11% atau Rp 10 triliun hingga akhir tahun. Analisis dia, penerbitan tersebut akan dilakukan melalui lelang regular. Diperkirakan, pemerintah akan melakukan empat Kali lelang. Yakni, dua Kali lelangĀ Surat utang negara (SUN) dan dua Kali Surat berharga negara syariah (SBSN) atau sukuk negara.