Pasokan menipis, harga kencur naik



JAKARTA. Pasokan kencur ternyata menipis belakangan ini. Kondisi ini berakibat pada harga kencur yang melonjak tinggi. Harga kencur di tingkat eceran sudah mencapai Rp 28.000 per kilogram (kg) atau naik 40% dari harga normal Rp 20.000 per kg.

Slamet Riyanto, Direktur CV Alhikmah Mandiri Depok, selaku distributor tanaman rempah bilang, kenaikan harga kencur di tingkat petani sudah naik 33%, dari semula Rp 18.000 per kg menjadi Rp 24.000 per kg.

"Menjelang panen raya yang jatuh sekitar Juni mendatang, pasokan kencur di sejumlah daerah di Jawa semakin menipis," kata Slamet, Senin (9/4).


Ia bilang, selama ini, pihaknya memasarkan kencur ke sejumlah pasar tradisional di wilayah Jabodetabek. Belakangan ini, Slamet mengaku hanya mendapat pasokan kencur kurang dari 2 kuintal per minggu, atau turun 25% dari sebelumnya sebanyak 2,5 kuintal.

Kondisi yang sama juga dirasakan Raharjo, Direktur CV Agro Putri Bogor, pengelola perkebunan kencur di Bogor. Raharjo memproyeksikan, harga kencur akan naik sampai raya tiga bulan mendatang.

"Ini (harga) karena stok petani menipis. Kemungkinan harga akan di tingkat konsumen bisa mencapai Rp 40.000 hingga Rp 50.000 per kg di bulan depan," kata dia.

Saat ini, Raharjo menggarap lahan seluas 17 hektare (ha) pertanian kencur yang di Bogor. Adapun potensi panen komoditas rempah-rempah ini mencapai 25 ton per ha. Mayoritas hasil panen dijual untuk produsen jamu, sebagian didistribusikan ke pasar tradisional sebanyak 2 ton per hari.

Menurut Raharjo, saat ini kebutuhan kencur terus meningkat, menyusul berkembangnya inovasi produk jamu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News