KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Ambisi Airbus untuk menggenjot produksi pesawat kembali diuji. Produsen pesawat asal Eropa itu masih terkatung-katung tanpa kepastian pasokan mesin dari Pratt & Whitney, situasi yang mulai mengancam target produksi jangka menengah perusahaan. Dalam laporan Reuters (5/2), hingga awal Februari, Airbus belum juga mengantongi kesepakatan pasokan mesin dengan Pratt & Whitney untuk periode krusial 2026–2027. Padahal, mesin menjadi faktor penentu bagi rencana Airbus menaikkan produksi pesawat berbadan sempit hingga 75 unit per bulan pada 2027, dari sekitar 60 unit per bulan saat ini. Sumber industri menyebutkan, kebuntuan ini berasal dari sengketa alokasi mesin antara lini perakitan Airbus dan bengkel perawatan mesin yang melayani maskapai. Kondisi tersebut membuat pasokan mesin berjalan tersendat dan cenderung bersifat tambal sulam, tanpa kepastian jadwal yang solid.
Pasokan Mesin Airbus Bermasalah, Ambisi 75 Unit Per Bulan Terancam
KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Ambisi Airbus untuk menggenjot produksi pesawat kembali diuji. Produsen pesawat asal Eropa itu masih terkatung-katung tanpa kepastian pasokan mesin dari Pratt & Whitney, situasi yang mulai mengancam target produksi jangka menengah perusahaan. Dalam laporan Reuters (5/2), hingga awal Februari, Airbus belum juga mengantongi kesepakatan pasokan mesin dengan Pratt & Whitney untuk periode krusial 2026–2027. Padahal, mesin menjadi faktor penentu bagi rencana Airbus menaikkan produksi pesawat berbadan sempit hingga 75 unit per bulan pada 2027, dari sekitar 60 unit per bulan saat ini. Sumber industri menyebutkan, kebuntuan ini berasal dari sengketa alokasi mesin antara lini perakitan Airbus dan bengkel perawatan mesin yang melayani maskapai. Kondisi tersebut membuat pasokan mesin berjalan tersendat dan cenderung bersifat tambal sulam, tanpa kepastian jadwal yang solid.
TAG: