KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Produksi minyak mentah di Venezuela diperkirakan akan meningkat dalam jangka waktu tertentu setelah serangan dramatis AS dan penangkapan presidennya. Analis memperkirakan, kondisi ini kemungkinan akan meningkatkan pasokan global dan menekan harga dalam jangka panjang. Mengutip Reuters, Senin (5/1/2026), pasukan Amerika menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dari Caracas pada akhir pekan lalu, dan Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington akan mengambil alih kendali negara penghasil minyak tersebut dan bahwa embargo AS terhadap semua minyak Venezuela tetap berlaku sepenuhnya. Negara anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) ini memiliki sekitar 17% cadangan minyak global, atau 303 miliar barel, mengungguli pemimpin OPEC, Arab Saudi, menurut Energy Institute yang berbasis di London.
Pasokan Minyak Venezuela Diproyeksi Naik Beberapa Tahun Mendatang, Harga Tertekan
KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Produksi minyak mentah di Venezuela diperkirakan akan meningkat dalam jangka waktu tertentu setelah serangan dramatis AS dan penangkapan presidennya. Analis memperkirakan, kondisi ini kemungkinan akan meningkatkan pasokan global dan menekan harga dalam jangka panjang. Mengutip Reuters, Senin (5/1/2026), pasukan Amerika menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dari Caracas pada akhir pekan lalu, dan Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington akan mengambil alih kendali negara penghasil minyak tersebut dan bahwa embargo AS terhadap semua minyak Venezuela tetap berlaku sepenuhnya. Negara anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) ini memiliki sekitar 17% cadangan minyak global, atau 303 miliar barel, mengungguli pemimpin OPEC, Arab Saudi, menurut Energy Institute yang berbasis di London.