Pasokan Nikel Smelter Terverifikasi 320 Juta Ton, ESDM Evaluasi Kinerja Produksi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus memantau dinamika kapasitas pengolahan nikel di dalam negeri. Pemerintah mencatat total kapasitas bijih nikel yang terverifikasi untuk smelter mencapai angka ratusan juta ton.

Pemerintah terus memetakan tingkat kebutuhan pasokan bijih nikel agar selaras dengan kemampuan produksi dan cadangan tambang yang tersedia. Evaluasi dilakukan secara berkala guna memastikan kesesuaian antara pengajuan kuota produksi badan usaha dengan realisasi pengolahan di tingkat smelter.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM, Cecep Mochammad Yasin menyatakan bahwa kapasitas pengolahan nikel terus berkembang. 


Baca Juga: Akuisisi Bisnis Udang Sumber Mas (SMKM) Molor, Target Rampung Kuartal I-2027

"Smelter saat ini terverifikasi bahwa yang akan terbangun untuk nikel itu di angka 320 jutaan (ton) yang kami dapatkan. Tapi memang itu masih berkembang dari tahun-ke tahun, dan masih beberapa smelter yang terus berprogres untuk dalam waktu dekat juga akan ada beberapa yang commissioning," ujarnya di BIG Downstream Insight 2026, Jakarta, Selasa (7/10/2026).

Cecep menjelaskan, ketidaksesuaian antara kuota yang dimohonkan badan usaha dengan penetapan pemerintah didasari pertimbangan teknis. Evaluasi ketat dilakukan dengan melihat langsung kecukupan cadangan riil serta rekam jejak performa produksi dari masing-masing perusahaan tambang.

"Untuk case nikel kita tetapkan di tahun 2026 awal kemarin itu di angka 260 juta ton sampai 270 juta ton. Kemudian secara siklusnya kita melihat dari Triwulan 1, Triwulan 2 berapa produksi yang tercapai dengan data itu kita bisa lihat apakah memang kebutuhan smelter itu tercukup atau tidak. Akhirnya kita berikan kesempatan terkait dengan untuk revisi di bulan Juli," jelasnya.

Cecep menuturkan, perusahaan yang menunjukkan performa produksi baik dan sesuai target mendapatkan tambahan alokasi kuota guna memenuhi kebutuhan industri pengolahan.

Baca Juga: MotoGP Mandalika 2026, Elnusa Petrofin Siagakan 28 Mobil Tangki BBM

"Bulan Juli itu kita lihat dari sisi kebutuhan smelternya terverifikasi sekian, tapi dari performance produksi dari masing-masing perusahaan ternyata tidak sesuai dengan diharapkan, akhirnya kita bisa memberikan kuota untuk beberapa perusahaan yang secara performance sesuai dengan yang ditargetkan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News