Pasokan Obat Dipastikan Aman hingga Akhir Tahun, BPOM Harap Industri Mengerem Harga



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan bahwa pasokan obat-obatan di Indonesia masih aman hingga akhir tahun 2026, meski konflik geopolitik tak kunjung usai.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan bahwa pasokan obat di Indonesia masih akan bertahan hingga penghujung tahun 2026. Meski begitu, ketika pasokan obat di Indonesia masih aman saat ini, dia berharap konflik geopolitik ini bisa segera membaik.

BPOM mengaku akan berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga pasokan obat-obatan di Indonesia dalam kondisi apapun.


Baca Juga: BPOM Ungkap Risiko Keterbatasan Pasokan Obat akibat Konflik Geopolitik Global

"Kita memperkuat dengan berbagai macam variabilitas dalam bentuk kita mencari eh supply chains dari tempat-tempat lain yang tidak terdampak secara global," ujar Taruna Ikrar di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (4/6/2026).

Taruna mencontohkan bahwa BPOM akan berusaha melakukan simplikasi ke negara-negara yang bisa memberikan bahan baku untuk menjaga pasokan obat di Indonesia.

Baca Juga: Industri Kimia, Farmasi & Obat Tradisional Menopang Pertumbuhan Sektor IKFT pada 2025

Lebih lanjut, Taruna berharap para pelaku industri farmasi di Indonesia tidak menaikkan harga obat-obatan, sebab pasokan obat masih aman hingga akhir tahun ini. 

Pemerintah RI akan berupaya mengeluarkan berbagai regulasi demi memberikan support kepada industri farmasi.

"Kita berharap itu tidak berdampak kepada harga ya. Oleh karena itu untuk tidak berdampak kepada harga pemerintah berupaya mengerem harga kenaikan obat itu dengan cara memberikan support kepada industri farmasi," kata dia.

Baca Juga: Indonesia Mulai Mengembangkan Produksi Obat Berbasis Plasma

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: