Pasokan Seret, Kemenperin & Pelaku Industri Petrokimia Cari Sumber Alternatif Plastik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perindustrian memastikan ketersediaan bahan baku plastik nasional tetap terjaga di tengah tekanan geopolitik global yang memicu kenaikan harga. Pemerintah juga menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga kelangsungan produksi industri petrokimia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah telah memengaruhi pasokan nafta sebagai bahan baku utama industri plastik. Gangguan pada distribusi dan produksi global tersebut berdampak pada peningkatan biaya di sektor hulu.

“Mengingat plastik merupakan produk turunan dari proses petrokimia yang berbasis minyak bumi, gangguan pada jalur distribusi dan produksi di global memang memberikan tekanan pada struktur biaya di tingkat hulu,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, Rabu (8/4/2026).


Baca Juga: Fuel Surcharge Pesawat Naik 38%, Ketahanan Avtur Masih Lemah

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah bersama pelaku industri petrokimia menempuh sejumlah langkah strategis. Di antaranya, mencari sumber pasokan nafta alternatif di luar Timur Tengah untuk mengurangi ketergantungan pada kawasan tersebut.

Selain itu, industri juga mengoptimalkan penggunaan LPG sebagai bahan baku penyangga (buffer) untuk menjaga kesinambungan produksi. Pemerintah juga mendorong pemanfaatan plastik daur ulang berkualitas tinggi sebagai substitusi guna menjaga stabilitas pasokan di pasar.

Di sisi lain, Agus memastikan kondisi stok plastik dalam negeri masih aman. Berdasarkan data Indeks Kepercayaan Industri (IKI), subsektor industri kemasan pada Maret 2026 masih berada dalam fase ekspansi tinggi, sehingga ketersediaan produk plastik tetap terjaga.

Ia mengakui terjadi kenaikan harga di tingkat produksi akibat lonjakan biaya bahan baku global. Namun demikian, masyarakat dan pelaku industri hilir diminta tidak khawatir terhadap potensi kelangkaan.

“Ketersediaan tetap aman, pemerintah memastikan tidak terjadi kekosongan stok dengan mengoptimalkan berbagai sumber pasokan,” jelasnya.

Kementerian Perindustrian juga terus memperkuat sinergi dengan pelaku usaha manufaktur untuk memitigasi dampak gangguan rantai pasok global.

Baca Juga: Multicrane: Kenaikan Harga Komoditas Belum Langsung Dongkrak Penjualan Alat Berat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News