Pasokan terancam, harga minyak bisa melambung



JAKARTA. Konflik di jalur Gaza selalu berimbas ke harga komoditas dunia khususnya minyak. Pasokan emas hitam dari wilayah ini terancam seret lantaran banyak hambatan pengiriman.

Harga minyak jenis Brent sempat naik di atas US$ 109 per barel menyusul ledakan perang Israel dan Palestina. Investor khawatir bahwa Arab bisa saja terseret dalam sengketa ini.

Erwin Poernomo, Analis Valbury Asia Futures memprediksi, awal pekan depan, rebound harga minyak berkembang hingga menyentuh level tertinggi harian di 87,01 sebelum akhirnya ditutup di sekitar 86,62.


"Daily trend masih cenderung bearish, namun rebound potensial berlanjut selama areal support di 85 tetap utuh," ulas Erwin. Sedangkan areal resistance ada di level 87,91 di mana jika areal tersebut utuh, maka rebound cenderung terhambat.

Pergerakan harga minyak dunia juga dipengaruhi oleh kebakaran yang terjadi pada platform minyak dan gas alam di Teluk Meksiko. Platform ini dilaporkan tidak aktif memproduksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: