JAKARTA. Bayang-bayang pelemahan rupiah belum hilang. Di pasar spot, pairing USD/IDR, Selasa (23/10), senilai 9.617, atau naik 0,06% dari posisinya per awal pekan. Kurs tengah dollar AS di Bank Indonesia (BI), kemarin, naik lebih tinggi lagi, hingga 0,23%, menjadi 9.615. Research Analyst BNI, Klara Pramesti, mengatakan, rupiah terimbas sentimen negatif dari penerbitan laporan keuangan emiten di bursa saham yang tidak memuaskan. Apalagi, tak ada kabar positif dari penyelesaian krisis di zona euro. Saat ini, pasar masih menunggu kabar soal pengajuan bailout oleh pemerintah Spanyol ke bank sentral Eropa (ECB). Merujuk ke perkembangan terbaru di Eropa, Klara menduga, pelemahan rupiah akan berlanjut.
Pasokan terbatas, dollar AS kian mahal
JAKARTA. Bayang-bayang pelemahan rupiah belum hilang. Di pasar spot, pairing USD/IDR, Selasa (23/10), senilai 9.617, atau naik 0,06% dari posisinya per awal pekan. Kurs tengah dollar AS di Bank Indonesia (BI), kemarin, naik lebih tinggi lagi, hingga 0,23%, menjadi 9.615. Research Analyst BNI, Klara Pramesti, mengatakan, rupiah terimbas sentimen negatif dari penerbitan laporan keuangan emiten di bursa saham yang tidak memuaskan. Apalagi, tak ada kabar positif dari penyelesaian krisis di zona euro. Saat ini, pasar masih menunggu kabar soal pengajuan bailout oleh pemerintah Spanyol ke bank sentral Eropa (ECB). Merujuk ke perkembangan terbaru di Eropa, Klara menduga, pelemahan rupiah akan berlanjut.