KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Industri semen dalam negeri, baik perusahaan semen milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta sepanjang tahun ini membutuhkan maksimal 14 juta ton batubara sebagai bahan bakar utama. “Kalau kebutuhan batubara itu 12,5 sampai 14 juta ton per tahun. Ini untuk seluruh perusahaan,” ungkap Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (ASPERSSI), Lilik Unggul Raharjo dalam agenda Halal Bi Halal ASPERSSI di Jakarta, Selasa (14/4/2026). Di sisi lain, Lilik mengungkap industri semen sedang kesulitan mendapatkan pasokan batubara akibat belum pastinya produksi dari masing-masing penambang karena terlambatnya pengesahan RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) batubara tahun 2026.
Pasokan Tersendat, Industri Semen Butuh 14 Juta Ton Batubara Tahun 2026
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Industri semen dalam negeri, baik perusahaan semen milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta sepanjang tahun ini membutuhkan maksimal 14 juta ton batubara sebagai bahan bakar utama. “Kalau kebutuhan batubara itu 12,5 sampai 14 juta ton per tahun. Ini untuk seluruh perusahaan,” ungkap Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (ASPERSSI), Lilik Unggul Raharjo dalam agenda Halal Bi Halal ASPERSSI di Jakarta, Selasa (14/4/2026). Di sisi lain, Lilik mengungkap industri semen sedang kesulitan mendapatkan pasokan batubara akibat belum pastinya produksi dari masing-masing penambang karena terlambatnya pengesahan RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) batubara tahun 2026.
TAG: