Pasokan timah seret, harga berpeluang terangkat



JAKARTA. Harga timah berpotensi rally. Pasalnya, Indonesia sebagai negara pemasok timah terbesar dunia akan mengurangi pengiriman timah dalam satu dekade terakhir. Ini akan akan memperparah kekurangan selama empat tahun terakhir.

Meski demikian, harga timah pengiriman tiga bulan di Bursa London Metal Exchange (LME), Senin (28/1), terkoreksi 1,21% menjadi US$ 24.400 per metrik ton.

Namun para analis proyeksi, harga timah tahun ini cenderung naik. Sebanyak 13 analis yang disurvei Bloomberg juga memproyeksikan, penjualan timah akan menurun 24% menjadi 75.000 ton mulai Juli 2013. Alhasil, para analis ini memperkirakan, harga akan naik menjadi US$ 28.750 per ton.


Maklum, jika melihat pemesanan timah di LME masih lebih tinggi 47% dibanding tahun lalu. Lembaga Morgan Stanley memperkirakan, permintaan global timah tahun ini mencapai 361.000 ton, sementara pasokan 357.000 ton.

Analis Senior Harvest International Futures Ibrahim melihat, banyak faktor fundamental akan mendongkrak harga timah pekan ini. “Data-data dari Australia juga cenderung baik. Australia sebagai salah satu penghasil timah terbesar menunjukkan pemulihan ekonomi,” ujarnya. Data ekonomi Jerman yang membaik, menurut Ibrahim, pun bisa jadi sentimen positif bagi harga timah. 

Tak hanya Eropa, sentimen positif harga timah juga datang dari Jepang. “Jepang kini menargetkan pertumbuhan ekonomi 2013 di atas 2,5%. Pada 2012, pertumbuhan ekonomi mereka selalu di bawah 2%," jelas Ibrahim. Ini bisa menaikkan harga komoditas termasuk timah.

Ibrahim bilang, kebutuhan akan timah mulai membaik di tahun ini. Berbeda dengan tahun lalu yang stok timah sempat menumpuk.

Tapi, secara teknikal, Ibrahim meramal, harga timah masih cenderung sideways. Ini terlihat dari indikator bollinger bands (BB) tengah. Sedangkan moving average (MA) 100 dan bolinger tengah membentuk pola segitiga. Ini mengindikasi harga timah masih cenderung stagnan.

Tiga indikator lain seperti relative strength index (RSI) juga berada di 50% yang berarti sideways. Moving average convergence divergence (MACD) juga di 50% dan stochastic di posisi 65%. Kedua indikator ini menunjukkan posisi mendatar. “Prediksi saya stagnan ini akibat pasar masih menunggu hasil pertemuan pejabat The Fed (FOMC) yang berlangsung hari ini sampai esok,” tutup Ibrahim.

Prediksi Ibrahim, harga timah hari ini di US$ 24.201 - US$ 24.285 per ton. Sementara proyeksi untuk pekan depan harga timah di US$ 23.832 - US$ 25.468 per ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News