KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) menilai Indonesia perlu memperkuat diplomasi kelapa sawit agar tidak sekadar merespons sengketa dagang, tetapi mampu mengantisipasi munculnya berbagai hambatan perdagangan yang berpotensi mengganggu daya saing komoditas tersebut di pasar global. Direktur Eksekutif PASPI Tungkot Sipayung mengatakan, diplomasi sawit seharusnya dijalankan secara proaktif sebagai instrumen market intelligence yang mampu mendeteksi dan meredam potensi kebijakan diskriminatif sejak masih dalam tahap perumusan di negara tujuan ekspor. "Seharusnya diplomasi sawit yang baik adalah jika kita berhasil meredam atau mencegah timbulnya kebijakan negara lain yang merugikan industri sawit nasional. Karena itu, diplomasi sawit seharusnya bekerja sebagai market intelligence," ujar Tungkot di Jakarta, Senin (20/7/2026).
PASPI: Diversifikasi Pasar Bantu Kurangi Ketergantungan Ekspor Sawit ke Uni Eropa
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) menilai Indonesia perlu memperkuat diplomasi kelapa sawit agar tidak sekadar merespons sengketa dagang, tetapi mampu mengantisipasi munculnya berbagai hambatan perdagangan yang berpotensi mengganggu daya saing komoditas tersebut di pasar global. Direktur Eksekutif PASPI Tungkot Sipayung mengatakan, diplomasi sawit seharusnya dijalankan secara proaktif sebagai instrumen market intelligence yang mampu mendeteksi dan meredam potensi kebijakan diskriminatif sejak masih dalam tahap perumusan di negara tujuan ekspor. "Seharusnya diplomasi sawit yang baik adalah jika kita berhasil meredam atau mencegah timbulnya kebijakan negara lain yang merugikan industri sawit nasional. Karena itu, diplomasi sawit seharusnya bekerja sebagai market intelligence," ujar Tungkot di Jakarta, Senin (20/7/2026).