KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Tabungan Negara (BTN) menilai tekanan terhadap kualitas kredit rumah tangga di industri perbankan masih berada pada level yang sehat dan sejalan dengan dinamika siklus ekonomi. Hingga akhir tahun lalu, Bank Indonesia (BI) mencatat rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) sektor rumah tangga ada di posisi 2,39%, naik dari 2,02% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Itu sejalan dengan melambatnya pertumbuhan kredit konsumer menjadi 6,4% dari 10,5% pada tahun sebelumnya. Menurut Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo, pada fase tertentu tekanan terhadap kemampuan bayar debitur merupakan hal yang wajar. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti peningkatan pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor, tekanan inflasi, hingga perlambatan pada beberapa segmen usaha.
Pastikan NPL Kredit Rumah Tangga Tetap Terjaga, BTN: Sejalan Siklus Ekonomi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Tabungan Negara (BTN) menilai tekanan terhadap kualitas kredit rumah tangga di industri perbankan masih berada pada level yang sehat dan sejalan dengan dinamika siklus ekonomi. Hingga akhir tahun lalu, Bank Indonesia (BI) mencatat rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) sektor rumah tangga ada di posisi 2,39%, naik dari 2,02% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Itu sejalan dengan melambatnya pertumbuhan kredit konsumer menjadi 6,4% dari 10,5% pada tahun sebelumnya. Menurut Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo, pada fase tertentu tekanan terhadap kemampuan bayar debitur merupakan hal yang wajar. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti peningkatan pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor, tekanan inflasi, hingga perlambatan pada beberapa segmen usaha.