Pasukan Khusus AS di Korsel Berlatih Intensif Hadapi Ancaman Tak Terduga Dari Korut



KONTAN.CO.ID -  GWANGJU. Pasukan operasi khusus Amerika Serikat (AS) yang berbasis di Korea Selatan tengah mengadakan latihan intensif untuk menghadapi potensi ancaman yang tak terduga. 

Dalam situasi di mana krisis global semakin terkait satu sama lain, komandan pasukan tersebut, Brigadir Jenderal Derek Lipson dari Komando Operasi Khusus Korea, menggarisbawahi pentingnya persiapan yang matang.

Menurut Lipson, tidak ada jaminan pasti mengenai sumber ancaman selanjutnya yang mungkin dihadapi. Korea Utara, dengan kemajuan signifikan dalam program senjata nuklir dan rudalnya, menjadi salah satu fokus utama. 


Baca Juga: Kim Jong Un Uji Coba Tank Baru, Perintahkan Pasukan Bersiap Hadapi Perang

Rudal-rudal baru yang telah diujicobakan oleh Korea Utara, bahkan digunakan oleh Rusia untuk menargetkan sasaran di Ukraina, menciptakan kekhawatiran baru dalam keamanan regional dan global.

Di tengah ketidakpastian ini, Lipson menekankan perlunya fleksibilitas dan kewaspadaan tinggi dalam latihan pasukannya. Selain keterampilan tempur, keputusan strategis seperti kapan dan di mana bertindak juga menjadi fokus latihan.

Namun, upaya untuk meningkatkan kesiapan ini tidak selalu diterima dengan baik oleh Korea Utara, yang menganggapnya sebagai tindakan provokatif dan ancaman bagi keamanannya. 

Terlebih lagi, situasi semakin rumit dengan adanya pemilihan presiden di AS, yang dapat memengaruhi dinamika politik dan keamanan regional.

Baca Juga: Pesawat Kargo Rusia yang Dikenai Sanksi Terpantau Kunjungi Pyongyang

Dalam latihan bersama pada hari Kamis, pesawat operasi khusus AS dan pasukan komando Korea Selatan berkolaborasi dalam menanggapi skenario serangan udara. Demonstrasi ini menekankan pentingnya kerja sama antara sekutu dalam menghadapi potensi konflik.

Peran pasukan operasi khusus AS di Korea Selatan telah berkembang dari waktu ke waktu. Awalnya terdiri dari sekitar 50 personel aktif 25 tahun yang lalu, kini telah menjadi Komando Operasi Khusus Teater dengan lebih dari 250 personel. 

Perannya meliputi berbagai aspek, mulai dari melawan senjata pemusnah massal hingga operasi psikologis dan pengintaian.

Baca Juga: AS-Korsel Memulai Latihan Militer Skala Besar, Bersiap Hadapi Ancaman Korut

Meskipun demikian, strategi dan rencana spesifik tidak dibahas secara terbuka. Yang jelas, kesiapan dan kewaspadaan tetap menjadi fokus utama dalam menghadapi ketidakpastian yang terus berkembang di kawasan tersebut. 

Editor: Noverius Laoli