Pasukan Yaman Rebut Kembali Pantai Bab el-Mandeb, Konflik dengan Houthi Memanas



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi melancarkan serangan cepat untuk merebut kembali wilayah pesisir strategis di sekitar Selat Bab el-Mandeb hingga Kota Mocha. Perkembangan ini menjadi pukulan bagi kelompok Houthi yang didukung Iran setelah sebelumnya menguasai sejumlah wilayah tersebut.

Pemerintah Yaman mengatakan pasukannya melakukan kemajuan pesat pada Senin (5/10), dengan dukungan serangan udara intensif dari Arab Saudi. Empat sumber pemerintah menyebut pasukan Yaman telah mencapai pinggiran Kota Mocha pada Senin malam, sementara para pejuang Houthi mulai mundur menuju wilayah dataran tinggi.

Kementerian Pertahanan Yaman menyatakan Kota Mocha telah berhasil direbut.


Jika terkonfirmasi, keberhasilan tersebut berpotensi mengurangi kendali Houthi atas jalur pelayaran minyak penting di Laut Merah. Jalur tersebut menjadi semakin strategis bagi pasar energi global di tengah penutupan Selat Hormuz oleh Iran.

Baca Juga: Bandara Arab Saudi di Jazan dan Najran Diserang, 3 Orang Terluka

Meski demikian, Houthi masih memiliki kemampuan untuk menyerang kapal-kapal yang melintas menggunakan drone dari posisi lain.

Houthi Klaim Serang Infrastruktur Arab Saudi

Sebagai respons atas serangan pasukan pemerintah Yaman, Houthi mengklaim telah menyerang sejumlah lokasi strategis di Arab Saudi.

Kelompok tersebut menyatakan serangan menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, kilang Aramco di Rabigh, Bandara Internasional Abha, serta pangkalan militer Khamis Mushait.

Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Pemerintah Arab Saudi dan Aramco juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Arab Saudi menyatakan telah menyerang ratusan target untuk memberikan dukungan udara kepada pasukan Yaman dalam mengamankan wilayah sekitar Selat Bab el-Mandeb.

Koalisi yang dipimpin Arab Saudi untuk memerangi Houthi juga mengatakan angkatan lautnya melancarkan operasi militer di wilayah Laut Merah, Hodeidah, pada Senin malam.

Sebelumnya, pasukan pemerintah Yaman telah merebut sejumlah posisi penting, termasuk landasan udara di Distrik Dhubab yang berada di mulut Selat Bab el-Mandeb. Penguasaan wilayah tersebut oleh Houthi pada bulan lalu sempat mengguncang pasar energi.

Reuters belum dapat memverifikasi secara independen sejauh mana wilayah yang berhasil direbut kembali oleh pasukan pemerintah.

Houthi, yang sejak 2014 menguasai sejumlah wilayah padat penduduk di Yaman, termasuk ibu kota Sanaa, menilai klaim pemerintah yang didukung Arab Saudi tersebut tidak berdasar.

Pertempuran Sengit Terjadi di Yaman Barat Daya

Di tengah keberhasilan pasukan pemerintah di sekitar Bab el-Mandeb, Houthi juga dilaporkan mencatat kemajuan di sekitar Taiz, kota terbesar ketiga di Yaman.

Lima sumber militer dari pemerintah Yaman mengatakan Houthi berhasil menguasai sejumlah bagian jalan pegunungan yang penting untuk menghubungkan wilayah tersebut. Kondisi ini berpotensi membuat pasukan pemerintah di Taiz semakin terisolasi.

Baca Juga: Maju Jadi Bos WHO, Budi Gunadi Sadikin Dorong AS Kembali Bergabung

Namun, seorang sumber pemerintah membantah bahwa jalur tersebut telah sepenuhnya terputus.

Houthi juga dilaporkan merusak gorong-gorong di jalan Taiz-Aden sehingga jalur tersebut tidak dapat dilalui. Pada Minggu (4/10), pasukan Houthi disebut melakukan kemajuan baru ke Kota al-Turbah, meski laporan tersebut juga dibantah oleh sumber pemerintah lainnya.

Badan berita yang dikelola Houthi pada Senin mengutip sumber militer yang menyatakan kelompok tersebut telah mengusir pasukan pemerintah dari Distrik al-Mawasit di Provinsi Taiz.

Kemajuan Houthi tersebut membuat Taiz, yang berpenduduk lebih dari 500.000 orang dan menjadi basis ribuan pasukan pemerintah, semakin terkepung.

Di wilayah al-Mudhaffar, tepat di luar Taiz namun masih berada dalam kawasan yang dikepung Houthi, antrean panjang terlihat di sebuah stasiun pengisian bahan bakar. Warga mengantre untuk mendapatkan bahan bakar dan tabung gas untuk memasak.

"Ini adalah kondisi sehari-hari di Taiz," kata Shehab Hazaa.

Arab Saudi, Turki, dan Pakistan Sepakat Kerahkan Pasukan

Meningkatnya eskalasi konflik juga mendorong negara-negara sekutu Arab Saudi mengambil langkah lebih lanjut.

Arab Saudi, Turki, dan Pakistan sepakat dalam pertemuan darurat di Riyadh pada Senin untuk mempercepat pengerahan pasukan dan kemampuan militer ke Arab Saudi berdasarkan pakta pertahanan Mekah.

Dalam pernyataan bersama setelah pertemuan, ketiga negara menuduh Houthi berupaya menyerang dua situs paling suci dalam Islam, yakni Mekah dan Madinah.

"Para pihak juga mengutuk dengan sekeras-kerasnya upaya menargetkan Mekah dan Madinah, serta serangan yang terus berlanjut terhadap kota-kota dan fasilitas sipil maupun ekonomi di Kerajaan, serta menegaskan kembali penolakan tegas terhadap segala serangan atau ancaman terhadap keamanan dan integritas wilayah Kerajaan," demikian isi pernyataan tersebut.

Perjanjian Pertahanan Bersama Mekah yang ditandatangani pada Agustus bertujuan memperkuat daya tangkal kolektif terhadap setiap tindakan agresi. Perjanjian tersebut menetapkan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu dari tiga negara akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh negara anggota.

Konflik Yaman Perburuk Krisis Kemanusiaan

Pertempuran yang kembali berkobar semakin memperburuk krisis kemanusiaan di Yaman, yang merupakan negara termiskin di kawasan Arab.

Badan migrasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut sekitar 184.000 orang telah mengungsi sejak perang kembali pecah.

Baca Juga: Pesanan Industri Jerman Anjlok 10,6% pada Agustus 2026

Presiden Yaman yang diakui secara internasional, Rashad al-Alimi, pada Minggu berjanji akan terus melanjutkan pertempuran.

"Kami akan berjuang sampai negara ini dibebaskan dari cengkeraman milisi teroris," kata Alimi.

Konflik Yaman kembali memanas di sejumlah garis depan setelah perang saudara yang sebelumnya relatif mereda kembali pecah sebagai dampak dari meluasnya konflik Amerika Serikat dan Iran.

Houthi berupaya mempertahankan pengaruhnya atas Selat Bab el-Mandeb sekaligus melancarkan serangan rudal dan drone terhadap kota-kota serta infrastruktur Arab Saudi.

Sementara itu, pemerintah Yaman melaporkan telah melancarkan serangan di sejumlah front, termasuk di Provinsi Sanaa.

Kementerian Kesehatan yang dikelola Houthi menyebut serangan di Distrik Sanhan dan Sa'wan, Provinsi Sanaa, menewaskan dua orang dan melukai tujuh lainnya.

Dengan meningkatnya pertempuran di sekitar Bab el-Mandeb dan Taiz, konflik Yaman kini tidak hanya menjadi persoalan keamanan regional, tetapi juga berpotensi menambah tekanan terhadap jalur perdagangan dan energi global.