KONTAN.CO.ID - Sebagai
co-founder dan CEO Stripe, Patrick Collison merupakan salah satu wirausahawan teknologi paling berpengaruh di dunia
fintech modern. Saat ini ia telah membantu membangun perusahaan yang mengubah cara jutaan bisnis menerima pembayaran secara online dan menjadi salah satu startup paling berharga di dunia. Mari kita mengenal lebih dalam sosok Patrick Collison yang sukses menjadi miliarder di usia muda.
Baca Juga: Akhir Perlajanan Raja Scam: Miliarder Chen Zhi Diekstradisi Usai Kedoknya Bongkar Profil Patrick Collison
Patrick Collison lahir pada 9 September 1988 di Dromineer, County Tipperary, Irlandia. Mengutip
Extraordinary, ia menunjukkan minat luar biasa terhadap komputer sejak usia muda, mulai belajar pemrograman sejak usia sekitar 10 tahun dan kemudian memenangkan kompetisi ilmiah remaja nasional di Irlandia. Collison sempat menempuh pendidikan di
Massachusetts Institute of Technology (MIT) namun memutuskan keluar untuk mengejar karier wirausaha. Bersama adiknya, John Collison, Patrick mendirikan perusahaan pertama mereka, Auctomatic, yang berfokus pada perangkat lunak untuk penjual di eBay. Perusahaan itu kemudian dijual pada 2008 seharga lebih dari €3 juta, memberikan pengalaman awal dan modal bagi mereka untuk proyek berikutnya.
Baca Juga: Tiga Miliarder Filipina Kehilangan US$9,8 M, Ini Pemicu Utamanya Mendirikan Stripe
Pada 2010, Patrick dan John mendirikan Stripe, sebuah startup teknologi finansial yang bertujuan menyederhanakan proses pembayaran online, sebuah masalah besar yang dihadapi banyak pengembang dan bisnis saat itu. Dengan antarmuka pemrograman (API) yang sederhana namun kuat, Stripe memungkinkan perusahaan menerima pembayaran secara digital tanpa kerumitan integrasi yang kompleks. Forbes memuji Patrick sebagai CEO yang mampu menggabungkan kemampuan teknisnya dengan visi strategis. Produk awal Stripe fokus pada pemrosesan pembayaran, namun kini layanan Stripe mencakup berbagai solusi finansial dan manajemen transaksi untuk bisnis digital di seluruh dunia. Perusahaan ini beroperasi di puluhan negara dan dipakai oleh perusahaan besar seperti Amazon, Lyft, dan Shopify.
Baca Juga: Rahasia Kekayaan Keluarga Del Vecchio, Penguasa Industri Kacamata Dunia Valuasi Stripe Terus Melonjak
Pada Februari 2025, melalui mekanisme
tender offer, Stripe mencapai valuasi sekitar US$91,5 miliar, sedikit mendekati puncak valuasinya sekitar US$95 miliar pada 2021. Selain fokus pada pembayaran, Stripe juga berekspansi ke layanan lain seperti pencegahan penipuan (fraud), penerbitan kartu virtual, manajemen pendapatan, dan berbagai fitur API tambahan yang mendukung operasi bisnis digital.
Baca Juga: Daftar 5 Orang Terkaya Asia Tenggara Awal 2026: Miliarder Indonesia Mendominasi Kekayaan Patrick Collison
Menurut
Forbes, perkiraan kekayaan bersih Patrick mencapai sekitar US$10,1 miliar di awal tahun 2026. Angka itu menjadikannya salah satu miliarder teknologi yang paling menonjol dari generasi millennial. Nilai kekayaan ini berasal terutama dari saham yang dimiliki Patrick di Stripe, yang meskipun masih menjadi perusahaan privat (belum IPO), terus mengalami peningkatan valuasi melalui putaran pendanaan dan transaksi saham internal.
Baca Juga: Kisah Karier Melinda French Gates: Keputusan Tepat Tinggalkan IBM untuk Microsoft Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News