Paus Leo Desak Rusia dan AS Memperbarui Perjanjian Senjata Nuklir



KONTAN.CO.ID - VATIKAN. Paus Leo XIV mendesak para pemimpin di Rusia dan Amerika Serikat (AS) untuk memperbarui perjanjian pengendalian senjata nuklir terakhir, New START, yang membatasi jumlah senjata nuklir strategis yang dikerahkan oleh masing-masing negara.

Rabu (4/2/2026), Paus Leo, yang merupakan Paus asal Amerika Serikat (AS) pertama, dalam audiensi mingguan di Vatikan, mengatakan bahwa situasi dunia saat ini "menuntut segala upaya untuk mencegah perlombaan senjata baru."

Perjanjian yang ditandatangani pada tahun 2010 itu akan berakhir pada hari Kamis (5/2/2026). 


Baca Juga: Xi Jinping dan Vladimir Putin Lakukan Panggilan Video, Ini Isinya

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengusulkan pada bulan September 2025 lalu agar perjanjian tersebut dapat diperpanjang secara informal selama satu tahun lagi, tetapi hingga hari ini, Presiden AS Donald Trump belum menanggapi hal tersebut.

"Saya menyampaikan seruan mendesak agar instrumen ini tidak berakhir," kata Paus Leo. 

"Lebih mendesak dari sebelumnya untuk mengganti logika ketakutan dan ketidakpercayaan dengan etika bersama, yang mampu membimbing pilihan menuju kebaikan bersama," lanjut Paus.

Berakhirnya Perjanjian New START akan menandai berakhirnya lebih dari setengah abad pembatasan terhadap senjata nuklir. 

Selanjutnya: Danantara Groundbreaking Pabrik Baja di Cilegon, Pastikan di Bawah Krakatau Steel

Menarik Dibaca: Kulkas Side by Side Terbaru Midea Meluncur, Harga Mulai Rp5 Jutaan