KONTAN.CO.ID – JAKARTA.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berencana meluncurkan kartu kredit pada semester II 2026. Produk ini akan diterbitkan bekerja sama dengan prinsipal global Visa. Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan mengatakan kartu kredit tersebut menjadi bagian dari penguatan lini produk konsumer perseroan. “Kartu kredit Visa. Kita dengan Visa kerja sama. Insya Allah semester kedua kita sudah launch,” ujar Rully saat ditemui dalam agenda Economic Outlook 2026, Senin (23/2/2026).
Selain kartu kredit, BTN juga menyiapkan produk
buy now pay later (BNPL) yang ditargetkan meluncur lebih cepat, yakni pada semester I 2026. “BNPL itu harusnya semester I. Kartu kredit semester II,” tambahnya.
Baca Juga: Transaksi Ramadhan Naik, BNI Minta Nasabah Waspada Phising Jelang Lebaran Rully menjelaskan, ekspansi ke kartu kredit dan BNPL dilakukan untuk melengkapi kebutuhan transaksi nasabah, terutama di ekosistem BTN. Menurutnya, BNPL bukan produk yang sepenuhnya baru di industri, sehingga kehadiran BTN lebih sebagai pelengkap layanan. “BNPL itu sebetulnya produk yang memang sudah banyak di tempat lain. Kami melihatnya ini hanya untuk melengkapi saja. Jadi customer itu kalau mau belanja pakai Bale (superapps BTN), itu bisa di-BNPL-kan,” jelasnya. Terkait manajemen risiko kredit, Rully memastikan bank bakal menggunakan sistem yang selama ini telah diterapkan pada produk kredit eksisting. Ia menilai kartu kredit masuk dalam kategori kredit tanpa agunan
(unsecured loan), serupa dengan produk Kredit Ringan (Kring) BTN yang sudah berjalan. “Kami melihat kartu kredit itu salah satu produk konsumer. Mungkin kami anggap sebagai kredit tanpa agunan atau
unsecured loan.
Unsecured loan kami kan sudah ada juga, berupa Kring. Nah ini mungkin di-switching dalam bentuk kartu kredit,” katanya. Sementara itu, untuk kredit kendaraan bermotor (KKB) yang juga tengah disiapkan, skemanya termasuk kredit dengan agunan (
secured loan), di mana kendaraan menjadi jaminan pembiayaan.
Baca Juga: BSN Gaet Muhammadiyah Perluas Ekosistem Syariah “Kredit kendaraan bermotor itu secured loan. Sama dengan rumah. Jaminannya mobil itu sendiri,” ujar Rully. Ia menambahkan, sistem account management, penagihan, hingga model asset recovery pada dasarnya telah dimiliki BTN dan selama ini digunakan pada produk secured maupun unsecured loan.
“Sebetulnya belajar dari produk bank yang sudah ada. Unsecured loan dan secured loan,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News