Paylater Kian Diminati, Pembiayaan BNPL Capai Rp 11,94 Triliun per Desember 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater pada perusahaan pembiayaan menunjukkan pertumbuhan signifikan hingga akhir 2025.

Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya pemanfaatan skema pembiayaan digital oleh masyarakat, seiring dengan ekspansi layanan dan adopsi teknologi finansial di sektor pembiayaan.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, menyampaikan bahwa total penyaluran pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan mencapai Rp 11,94 triliun per Desember 2025.


Baca Juga: OJK: Fintech P2P Lending Belum Penuhi Ekuitas Minimum Rp12,5 Miliar per Desember 2025

"Adapun BNPL perusahaan pembiayaan tumbuh 75,05% secara Year on Year (YoY)," ucapnya dalam keterangan resmi Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) OJK, Jumat (9/1/2026).

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, pertumbuhan pembiayaan BNPL per Desember 2025 juga tercatat meningkat. Pada November 2025, pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan tumbuh 68,61% secara YoY dengan nilai mencapai Rp 11,24 triliun.

Namun demikian, pada November 2025 pertumbuhan tersebut sempat menunjukkan perlambatan jika dibandingkan posisi Oktober 2025. Pada Oktober 2025, pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan tumbuh 69,71% YoY dengan nilai Rp 10,85 triliun.

Data ini menunjukkan tren pertumbuhan yang tetap kuat, meskipun sempat mengalami moderasi laju pertumbuhan secara bulanan.

Baca Juga: Prospek Kinerja Industri Reasuransi Tahun 2026 Cerah Meski Tantangan Membayangi

Peningkatan kembali pada Desember 2025 mengindikasikan permintaan pembiayaan paylater yang tetap tinggi menjelang akhir tahun, periode yang identik dengan peningkatan konsumsi masyarakat.

Sementara itu, dari sisi kualitas pembiayaan, Agusman menegaskan bahwa rasio kredit bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) gross BNPL perusahaan pembiayaan masih dalam kondisi terjaga.

Dia menyebut NPF gross BNPL perusahaan pembiayaan per Desember 2025 sebesar 2,73%, membaik dibandingkan posisi November 2025 yang tercatat 2,78%.

Perbaikan rasio ini menjadi indikator bahwa pertumbuhan agresif BNPL masih diimbangi dengan pengelolaan risiko yang relatif terkendali oleh perusahaan pembiayaan. 

Selanjutnya: LPSK Buka Lowongan Tenaga Ahli 2026, Intip Posisi Strategis dan Kualifikasinya

Menarik Dibaca: 10 Minuman Sehat yang Bagus Dikonsumsi untuk Kesehatan Jantung

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News