PayPal Berhenti Menerima Pengguna Baru di Rusia



KONTAN.CO.ID - CALIFORNIA. Perusahaan pembayaran online PayPal Holdings Inc berhenti menerima pengguna baru di Rusia, menindaklanjuti aksi Rusia yang melakukan invasi ke Ukraina. 

PayPal yang hanya mengizinkan transaksi lintas batas oleh pengguna di Rusia, telah memblokir beberapa pengguna dan beberapa bank terbesar di negara itu menyusul sanksi oleh Amerika Serikat dan negara-negara lain sebagai tanggapan atas invasi Rusia ke Ukraina. 

Mengutip Reuters Rabu (2/3), wakil menteri Ukraina untuk transformasi digital Alexander Bornyakov meminta PayPal untuk mengambil tindakan lebih luas dan menutup sepenuhnya di Rusia.


"Jika PayPal mendukung nilai-nilai demokrasi, itu harus keluar dari Rusia," katanya.

Baca Juga: Mengenal PayPal dan Bagaimana Cara Menggunakannya untuk Melakukan Pembayaran Online

Menanggapi permintaan tersebut, Juru bicara PayPal mengatakan bahwa perusahaan, seperti banyak rekan-rekannya, saat ini masih aktif menavigasi implikasi sanksi.

Sekadar informasi, Perusahaan kartu pembayaran yang berbasis di AS seperi Visa Inc, Mastercard Inc dan American Express Co bersama dengan penyedia pembayaran seluler Apple Pay dan Google Pay juga telah memblokir beberapa lembaga keuangan Rusia karena sanksi pemerintah. 

Moskow telah menanggapi sanksi tersebut dengan memblokir investor asing, yang memegang saham dan obligasi Rusia senilai puluhan miliar dolar, agar tidak bisa keluar.

Selain itu, Bornyakov juga telah meminta bantuan PayPal dalam meminta sumbangan. Penggalangan dana yang diminta tersebut akan difokuskan untuk Angkatan Bersenjata Ukraina, terkait dengan amunisi dan senjata api.

"Sejak krisis ini dimulai, PayPal telah secara aktif bekerja untuk memungkinkan sumbangan untuk upaya penggalangan dana nirlaba untuk mendukung upaya bantuan kemanusiaan Ukraina," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

Editor: Herlina Kartika Dewi