PayPay SoftBank Diperkirakan Harga IPO di Batas Bawah karena Gejolak Pasar



KONTAN.CO.ID - Initial public offering (IPO) PayPay, anak usaha pembayaran milik SoftBank, diperkirakan akan ditetapkan di kisaran bawah harga yang ditawarkan akibat gejolak pasar akibat perang di Timur Tengah, menurut dua sumber yang mengetahui masalah ini, Rabu (11/3/2026).

IPO ini menawarkan 55 juta American depositary shares (ADS) dengan kisaran harga US$17–US$20 per saham, menargetkan valuasi hingga US$13,4 miliar.

Baca Juga: Dolar Taiwan Menguat Rabu (11/3), Mata Uang Asia Lain Bergerak Stabil


Sumber menyebut bahwa buku pemesanan saham telah terisi lebih dari lima kali, namun harga final akan diumumkan setelah jam perdagangan AS berakhir pada Rabu.

Investor besar seperti Tencent, Alipay (Ant Group), dan Google dikabarkan telah berkomitmen untuk berpartisipasi dalam IPO ini. PayPay sendiri belum memberikan komentar resmi.

PayPay dikenal mendorong konsumen Jepang untuk beralih dari penggunaan uang tunai melalui program cashback dan insentif pada aplikasi pembayaran mereka. Namun, perjalanan menuju IPO terbilang berliku:

Roadshow IPO sempat ditunda akibat gejolak pasar Timur Tengah.

IPO sebelumnya juga sempat ditunda tahun lalu saat penutupan pemerintahan AS yang menghambat proses regulasi.

Baca Juga: Bursa Korea Selatan Menguat, Sentimen Didorong Rencana Pelepasan Cadangan Minyak IEA

Jika IPO terlaksana, ini akan menjadi pencatatan pertama PayPay di AS dan IPO pertama dari investasi mayoritas SoftBank sejak kesuksesan IPO Arm pada 2023, yang awalnya bernilai $54,5 miliar dan kini hampir menyentuh $130 miliar.

PayPay berencana untuk listing di Nasdaq dengan simbol "PAYP", setelah pertama kali diumumkan rencananya untuk pencatatan di AS pada 2023.