PayPay Tetapkan Harga IPO US$ 16 Per Saham



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. PayPay yang didukung oleh SoftBank Group menetapkan harga penawaran umum saham perdana atawa initial public offering (IPO) AS sebesar US$ 16 per saham. Penetapan harga IPO ini di bawah kisaran harga targetnya, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut, karena perang AS-Israel di Iran membebani pasar.

IPO PayPay mengumpulkan US$ 880 juta berdasarkan 55 juta American Depositary Receipt (ADR) yang terjual, yang menilai penyedia dompet digital Jepang tersebut sebesar US$ 10,7 miliar, kata sumber tersebut, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena penetapan harga belum diumumkan secara publik. 

Reuters melaporkan, pada hari Selasa (12/3/2026) bahwa PayPay kemungkinan akan menetapkan harga IPO di kisaran terendah. Awalnya, perusahaan ingin menjual saham dengan kisaran target antara US$ 17 dan US$ 20 per saham.


PayPay tidak segera menanggapi permintaan komentar. 

Baca Juga: Ekspor Minyak Iran Mengalir Deras, Mengapa AS Tak Berani Menyita Kapal?

IPO PayPay terjadi di tengah perang AS-Israel di Iran yang mengguncang pasar global. Perusahaan sempat menunda peluncuran roadshow awal pekan ini sebelum melanjutkannya sehari kemudian setelah mengevaluasi kembali kondisi pasar, seperti yang dilaporkan Reuters sebelumnya. 

Terlepas dari volatilitas baru-baru ini, pasar IPO AS diperkirakan akan pulih tajam tahun ini. 

Goldman Sachs memperkirakan, pendapatan PayPay bisa berlipat ganda menjadi rekor US$ 160 miliar pada tahun 2026, didorong oleh serangkaian perusahaan swasta besar, termasuk SpaceX, OpenAI, dan Anthropic yang sedang mempersiapkan potensi debut. 

PayPay akan menandai pencatatan saham AS pertama dari investasi mayoritas SoftBank sejak IPO besar Arm Holdings pada tahun 2023. SoftBank membawa perusahaan perancang chip tersebut ke publik dengan valuasi US$ 54,5 miliar. Kapitalisasi pasarnya sejak itu telah meningkat menjadi lebih dari US$ 127 miliar.

Didirikan pada tahun 2018 sebagai usaha patungan antara SoftBank dan Yahoo Japan, PayPay memasuki pasar dengan menghapuskan biaya transaksi untuk pedagang kecil dan menengah hingga tiga tahun untuk mendorong adopsi. 

Sejak saat itu, perusahaan ini telah menjadi salah satu dompet digital yang paling banyak digunakan di Jepang, dengan sekitar 72 juta pengguna terdaftar pada akhir tahun 2025.

Baca Juga: Klaim Trump: AS Menang Perang Iran, Ini Buktinya!

Visa, Otoritas Investasi Abu Dhabi, dan anak perusahaan dari Otoritas Investasi Qatar menjadi penjamin IPO dengan membeli hingga $220 juta saham PayPay pada debutnya.

Perusahaan ini juga berperan dalam dorongan Jepang menuju pembayaran tanpa uang tunai, menawarkan rabat dan insentif lainnya untuk mendorong konsumen menggunakan aplikasi selulernya.

PayPay berencana untuk terdaftar di Nasdaq dengan simbol "PAYP."

Goldman Sachs, J.P. Morgan, Mizuho, ​​dan Morgan Stanley adalah manajer bersama untuk penawaran tersebut.