PBB: Ada 110 Juta Pengungsi di Seluruh Dunia



KONTAN.CO.ID - JENEWA. Badan pengungsi PBB, UNHCR, pada hari Rabu (13/6) mengumumkan bahwa jumlah pengungsi di dunia telah meningkat menjadi 110 juta jiwa. Para pengungsi tersebut telantar baik di negara sendiri maupun melarikan ke negara lain.

Dalam laporan tahunan bertajuk Global Trends in Forced Displacement, UNHCR mengatakan bahwa pada akhir tahun lalu ada 108,4 juta orang yang mengungsi.

Jumlahnya naik 19,1 juta dari akhir tahun 2021, menandai peningkatan terbesar sejak pencatatan dimulai pada tahun 1975.


Sejak saat itu, jumlahnya terus meningkat menjadi sekitar 110 juta orang pada bulan Mei 2023. Meletusnya konflik di Sudan telah mendorong lebih banyak orang ke lokasi pengungsian.

Baca Juga: Penyelidik PBB Mulai Kumpulkan Bukti Penggunaan Senjata Kimia oleh ISIL di Irak

"Ada 110 juta orang yang melarikan diri karena konflik, persekusi, diskriminasi dan kekerasan, seringkali bercampur dengan motif lain, khususnya dampak perubahan iklim," kata kepala UNHCR Filippo Grandi dalam konferensi pers di Jenewa, dikutip The Straits Times.

Sepanjang tahun 2022, 35,3 juta orang menjadi pengungsi yang melarikan diri ke luar negeri dan 62,5 juta lainnya menjadi pengungsi di negara sendiri.

Di saat yang sama, ada 5,4 juta pencari suaka dengan 5,2 juta di antaranya membutuhkan perlindungan internasional. Sebagian besar berasal dari Venezuela.

Baca Juga: Rusia dan Ukraina Berhadapan di Mahkamah Internasional Terkait Insiden MH17

UNHCR mencatat bahwa sekitar 76% pengungsi melarikan diri ke negara berpenghasilan rendah dan menengah, membuat nasib mereka menjadi semakin buruk. Sementara itu, 70% memilih tinggal di negara tetangga.

Negara yang menampung pengungsi terbanyak adalah Turki (3,6 juta), Iran (3,4 juta), Kolombia (2,5 juta), Jerman (2,1 juta) dan Pakistan (1,7 juta)

"UNHCR tidak dalam situasi keuangan yang baik tahun ini. Kami memohon tindakan global yang segera untuk meringankan penyebab dan dampak pengungsian penduduk," ungkap Grandi.