PADANG. Gempa yang menggoyang kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (30/9) lalu rupanya mengakibatkan 70% jaringan distribusi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) lumpuh. PDAM memperkirakan butuh waktu 2 bulan untuk normalisasi. "Dana yang dibutuhkan cukup besar dan kami tidak sanggup sendiri," kata Azhar Latief Sekjen Direktur Utama PT PDAM kota Padang, Minggu malam (4/10).Saat ini, aset yang dimiliki PDAM mencapai Rp 113 miliar. Mereka memperkirakan butuh dana Rp 45 miliar untuk melakukan normalisasi. "Dana itu untuk jaringan pipa yang rusak, termasuk infrastruktur pelayanan dan juga mesin," tambah Azhar.Azhar bilang, dari 17.000 pelanggan, hanya 30% yang mendapatkan air bersih. Akibatnya belasan ribu pelanggan lain harus mencari alternatif air lainnya. Berdasarkan pantauan KONTAN di beberapa wilayah, warga kesulitan air bersih dan mengambil air kali untuk keperluan sehari-hari.
PDAM Butuh Dana Rp 45 Miliar Untuk Perbaikan Sumbar
PADANG. Gempa yang menggoyang kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (30/9) lalu rupanya mengakibatkan 70% jaringan distribusi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) lumpuh. PDAM memperkirakan butuh waktu 2 bulan untuk normalisasi. "Dana yang dibutuhkan cukup besar dan kami tidak sanggup sendiri," kata Azhar Latief Sekjen Direktur Utama PT PDAM kota Padang, Minggu malam (4/10).Saat ini, aset yang dimiliki PDAM mencapai Rp 113 miliar. Mereka memperkirakan butuh dana Rp 45 miliar untuk melakukan normalisasi. "Dana itu untuk jaringan pipa yang rusak, termasuk infrastruktur pelayanan dan juga mesin," tambah Azhar.Azhar bilang, dari 17.000 pelanggan, hanya 30% yang mendapatkan air bersih. Akibatnya belasan ribu pelanggan lain harus mencari alternatif air lainnya. Berdasarkan pantauan KONTAN di beberapa wilayah, warga kesulitan air bersih dan mengambil air kali untuk keperluan sehari-hari.