PDB Inggris yang turun ikut menekan mata uang poundsterling



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi Inggris yang seret menjadi kesempatan bagi dollar AS untuk menguat. Mengutip Bloomberg di pasar spot, Jumat (1/3), pasangan GBP/USD tercatat melemah 0,46% ke 1,3202.

Analis PT Astronacci International, Anthonius Edyson megatakan data gross domestic product (GDP) Inggris yang turun signifikan membawa poundsterling melemah dan terdampak sentimen negatif.

Di pertengahan Februari, tercatat GDP Inggris turun 0,2% menjadi -4%. Prelim GDP Inggris juga turun dari 0,6% ke 0,2%. Bahkan, produksi manufaktur Inggris juga turun dari -0,1% ke -0,7%.


Poundsterling semakin melemah karena pidato Gubernur Federal Reserve Jerome Powell mengatakan akan tetap ada rencana untuk melakukan kenaikan suku bunga.

Secara teknikal, Edyson menganalisis GBP/USD tampak membentuk pola secondary dari bullish continuation, idealnya GBP/USD masih memiliki peluang kembali melemah dan sell on strength dapat menjadi pilihan strategi trading.

Edyson memperkirakan GBP/USD bergerak di support 1,2965-1,3110 dan resistance di 1,3353-1,3550 pada perdagangan Senin (4/3).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati