KONTAN.CO.ID - Vietnam diprediksi mencatatkan Produk Domestik Bruto (PDB) lebih tinggi dibandingkan Indonesia pada 2026. Berdasarkan proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF), nilai PDB per kapita Vietnam diperkirakan mencapai US$5.259 atau sekitar Rp95,35 juta. Angka itu melampaui Indonesia yang diproyeksikan sebesar US$5.153 atau Rp93,43 juta.
Data tersebut berasal dari laporan
World Economic Outlook IMF edisi Oktober 2026. Sebelumnya, proyeksi IMF edisi April masih memperkirakan Indonesia akan mempertahankan posisi di atas Vietnam pada 2026. IMF juga memperkirakan keunggulan Vietnam akan berlanjut pada 2027. PDB per kapita negara tersebut diproyeksikan mencapai US$5.659, sedangkan Indonesia diperkirakan berada di angka US$5.550.
Baca Juga: Daftar 20 Negara Terkaya di Dunia 2026 Berdasarkan PDB per Kapita Indonesia Masih Menjadi Ekonomi Terbesar di Asia Tenggara
Meski diproyeksikan kalah dari Vietnam dalam PDB per kapita, Indonesia masih mempertahankan posisinya sebagai negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara. IMF memperkirakan nilai PDB Indonesia mencapai US$1,48 triliun pada 2026 atau sekitar Rp26.842,4 triliun. Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan PDB Vietnam yang diproyeksikan sebesar US$542 miliar atau sekitar Rp9.826,46 triliun. Perbedaan tersebut tidak terlepas dari jumlah penduduk Indonesia yang hampir tiga kali lebih besar dibandingkan Vietnam.
Baca Juga: Tingkat Pengangguran di Asia Tenggara 2026: Indonesia 4,7%, Filipina Tertinggi Pertumbuhan Ekonomi Vietnam Lebih Tinggi dari Indonesia
Kinerja ekonomi Vietnam juga tercermin dari pertumbuhan pada kuartal III 2026. Mengutip laporan
VnExpress, perekonomian negara tersebut tumbuh 9,95% secara tahunan, menjadi laju tercepat dalam empat tahun terakhir. IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Vietnam mencapai 8,4% sepanjang 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,1%. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir cenderung bertahan di sekitar 5%. Pemerintah Vietnam sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi minimal 10% pada 2026. Negara tersebut juga memiliki target meningkatkan PDB per kapita menjadi sekitar US$8.500 pada 2030, mendekati tingkat Thailand saat ini.
Salah satu faktor yang dikaitkan dengan peningkatan ekonomi Vietnam adalah perannya yang semakin besar dalam rantai pasok manufaktur teknologi tinggi, khususnya semikonduktor dan elektronik. Dikutip dari
Nikkei Asia, perusahaan Taiwan Foxconn terus memperluas produksi di Vietnam. Sementara itu, Samsung Electronics asal Korea Selatan telah memproduksi ponsel pintar dan berbagai perangkat elektronik untuk pasar ekspor melalui pabrik-pabriknya di wilayah utara Vietnam.
Baca Juga: Vietnam Ungguli Indonesia, Ini Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara 2026