ANKARA. Kontraksi ekonomi yang dialami Turki pada kuartal dua cukup mengejutkan. Kondisi ini dapat diartikan bahwa pemerintah akan meningkatkan tekanan kepada bank sentral untuk menurunkan biaya pinjaman. Tujuannya tak lain untuk mengerek pertumbuhan ekonomi meskipun tingkat inflasi semakin tinggi mendekati level dua kali lipat dari target bank sentral. "Bank sentral saat ini berada dalam kebimbangan. Kita akan melihat adanya tekanan lanjutan dari pemerintah terhadap bank sentral untuk menurunkan suku bunga acuan. Sementara itu, tingkat inflasi semakin tinggi," papar Capital Economics economist William Jackson dari London. Asal tahu saja, pertumbuhan PDB Turki pada kuartal II berada di level 2,1%. Sementara, prediksi 15 analis yang disurvei Bloomberg mematok pertumbuhan sebesar 2,8%. Sementara itu, tingkat konsumsi rumah tangga anjlok 1,5% dari kuartal sebelumnya.
PDB terkontraksi, kejutan dari Turki!
ANKARA. Kontraksi ekonomi yang dialami Turki pada kuartal dua cukup mengejutkan. Kondisi ini dapat diartikan bahwa pemerintah akan meningkatkan tekanan kepada bank sentral untuk menurunkan biaya pinjaman. Tujuannya tak lain untuk mengerek pertumbuhan ekonomi meskipun tingkat inflasi semakin tinggi mendekati level dua kali lipat dari target bank sentral. "Bank sentral saat ini berada dalam kebimbangan. Kita akan melihat adanya tekanan lanjutan dari pemerintah terhadap bank sentral untuk menurunkan suku bunga acuan. Sementara itu, tingkat inflasi semakin tinggi," papar Capital Economics economist William Jackson dari London. Asal tahu saja, pertumbuhan PDB Turki pada kuartal II berada di level 2,1%. Sementara, prediksi 15 analis yang disurvei Bloomberg mematok pertumbuhan sebesar 2,8%. Sementara itu, tingkat konsumsi rumah tangga anjlok 1,5% dari kuartal sebelumnya.