Pebisnis Gadai Menilai Tren Harga Emas Berpotensi Pengaruhi Laba Pergadaian pada 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkumpulan Perusahaan Gadai Indonesia (PPGI) turut angkat bicara mengenai prospek kenaikan harga emas tahun ini diprediksi tak akan setinggi sepanjang tahun lalu.

Sekretaris PPGI Holilur Rohman menilai, pada dasarnya laba industri pergadaian masih berpotensi terpengaruh dengan tren harga emas pada 2026. 

Oleh karena itu, dia memperkirakan perusahaan gadai yang hanya menerima atau mengandalkan emas sebagai barang jaminan gadai, kemungkinan labanya tidak akan setinggi pada 2025.


"Untuk pergadaian yang hanya menerima barang jaminan emas akan terpengaruh dengan harga emas. Kalau saja harga stabil tidak ada fluktuasi yang tinggi, pasti laba perusahaan kembali normal," katanya kepada Kontan, Senin (2/3/2026).

Baca Juga: Jasindo Menilai Pertumbuhan Premi Masih Dibayangi Sejumlah Tantangan pada 2026

Mencermati kondisi tersebut, PPGI mengimbau industri pergadaian, khususnya perusahaan gadai yang bergerak di layanan gadai emas, melakukan sejumlah upaya. Dia bilang salah satu upayanya, yakni makin gencar melaksanakan literasi kepada masyarakat terkait layanan gadai. 

"Selain itu, melakukan penghematan biaya yang tidak perlu, serta memantau perkembangan emas secara berkala untuk memitigasi risiko operasional," ucap Holilur.

Dari sisi perusahaan, PT Budi Gadai Indonesia asal Sumatra Utara (Sumut) optimistis laba akan tetap tumbuh meski kenaikan harga emas tahun ini yang diprediksi tak akan setinggi sepanjang tahun lalu. Direktur PT Budi Gadai Indonesia Budiarto Sembiring mengatakan kondisi tersebut masih memberi keuntungan jika nilai jaminan meningkat.

Selain itu, laba perusahaan kemungkinan akan tetap positif jika upaya diversifikasi portofolio dilakukan, sehingga tidak hanya mengandalkan gadai emas saja, tetapi juga untuk barang jaminan lainnya. 

Baca Juga: Tokio Marine Life Beberkan Faktor yang Pengaruhi Kinerja Unitlink Saham pada 2026

"Dengan demikian, laba perusahaan kemungkinan tetap tumbuh pada tahun ini," ungkapnya kepada Kontan, Rabu (25/2/2026).

Namun, Budiarto menerangkan perusahaan akan tetap menjaga agar prospek laba gadai emas tetap positif tahun ini lewat pemberian pelayanan yang terbaik agar nilai gadai jaminan emas tetap meningkat.

Untuk perolehan laba khusus emas per akhir 2025, Budiarto menerangkan perusahaan mengalami peningkatan hingga 34% secara Year on Year (YoY). Dia menyampaikan peningkatan tersebut disebabkan meningkatnya nilai jaminan emas yang terjadi pada tahun berjalan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News