Pebisnis Siap Menadah Berkah Ekonomi Lebaran, Ini Sektor yang Diprediksi Moncer



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berbagai sektor usaha akan meraup keuntungan terbesar dari perputaran ekonomi selama periode Idulfitri atau Lebaran tahun ini.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani mengatakan, momentum Lebaran secara konsisten mendorong sektor-sektor yang berbasis konsumsi domestik. 

"Sektor ritel dan fast moving consumer goods (FMCG) menjadi yang paling terdorong momentum Lebaran," ujarnya kepada KONTAN, Selasa (17/3/2026).


Baca Juga: Waskita Toll Road Pastikan Tol Pemalang–Batang Siap Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Sebab, menurut Shinta, kedua sektor didorong adanya peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap produk makanan dan minuman, serta kebutuhan rumah tangga yang bersifat esensial maupun musiman. 

"Hal ini sejalan dengan pola konsumsi masyarakat yang cenderung meningkat signifikan menjelang dan selama periode Lebaran," jelasnya.

Sejalan dengan itu, Shinta mencermati sektor makanan dan minuman (F&B) juga mendapatkan dampak positif yang kuat. Ini dipicu oleh peningkatan aktivitas konsumsi, baik untuk kebutuhan rumah tangga, tradisi berbagi, maupun kegiatan sosial yang meningkat selama Ramadan dan Idulfitri. 

Di saat yang sama, lanjut Shinta, sektor transportasi dan logistik juga mengalami peningkatan permintaan seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat. "Melonjaknya mobilitas tidak hanya mendorong pergerakan orang, tetapi juga distribusi barang secara lebih intensif," kata Shinta.

Tak hanya itu, sektor pariwisata dan perhotelan juga dinilai turut merasakan dampak dari pergerakan masyarakat tersebut. Terutama, melalui peningkatan perjalanan domestik dan aktivitas rekreasi selama masa libur.

Saat ini, lanjutnya, e-commerce dan perdagangan digital juga memperkuat perannya sebagai kanal utama konsumsi, seiring dengan perubahan perilaku masyarakat yang makin mengandalkan platform digital dalam berbelanja.

Secara struktural, Shinta melihat sejumlah sektor ini memperoleh manfaat dari kombinasi lonjakan permintaan musiman dan perubahan pola konsumsi yang semakin mengarah pada konsumsi berbasis digital.

Baca Juga: RKAB Batubara 2026 Hampir 400 Juta Ton, ESDM Kebut Persetujuan hingga Akhir Maret

"Dengan begitu, sektor-sektor ini mampu mengoptimalkan momentum Lebaran sebagai periode dengan aktivitas ekonomi tertinggi dalam siklus tahunan," imbuh Shinta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News