Pebisnis Thailand akan beli 51% saham AC Milan



MILAN. Beban utang yang besar ditambah rugi bersih yang kian menggunung, membuat Silvio Berlusconi tak pernah lelah menawarkan saham klub sepakbola legendaris AC Milan, kepada investor strategis.

Kali ini, calon pembeli klub berjuluk Rossoneri itu merupakan pebisnis asal Thailand bernama Bee Taechaubol. Seperti diberitakan Reuters, Rabu (29/4), Taechaubol dikabarkan tengah bernegosiasi dengan Berlusconi. Taechaubol mengajukan penawaran untuk membeli 51% saham AC Milan seharga € 500 juta atau setara Rp 7,27 triliun (kurs € 1=Rp 14.550).

Mengutip pemberitaan harian bisnis Italia, II Sole 24 Ore, Reuters, Taechaubol dikabarkan telah membentuk konsorsium bersama investor lain asal China dan Uni Emirat Arab (UEA) dalam upaya menguasai AC Milan.


Pada Februari 2015 lalu, Taechaubol juga sempat diberitakan siap menyedikan dana € 1 miliar demi memboyong seluruh saham tim yang sudah tujuh kali menjuarai piala Eropa tersebut. Taechaubol kini menjabat Executive Director pada Thai Prime Co. Ltd., perusahaan investasi ternama asal Thailand.

Dalam penjelasan kepada Bloomberg, Minggu (3/5), Taechaubol membenarkan rencana pembelian saham AC Milan tersebut. Dia mengaku sudah bersepakat mengenai sejumlah prinsip dalam transaksi itu. "Mitra penyokong pendanaan akuisisi sudah siap. Dan kami menantikan hasil dari pembicaraan tersebut," tutur Taechaubol.

Taechaubol menambahkan, AC Milan bakal menjadi aset penting baru konsorsiumnya jika bisa membelinya dari Fininvest, holding company (perusahaan induk) milik Berlusconi yang mengusai penuh saham AC Milan.

Beban menumpuk Mungkin memang tidak mudah bagi Berlusconi untuk begitu saja melepas AC Milan yang sudah dimilikinya sejak tahun 1986. Kiprah Rossoneri telah lekat dengan Berlusconi, sejak sang mantan Perdana Menteri Italia itu memegang tampuk pimpinan di Italia.

Namun kini, kondisi keuangan AC Milan cukup memprihatinkan. Klub ini tahun lalu mencetak kerugian bersih senilai € 91,3 juta dengan beban utang mencapai € 250 juta. Segala cara coba dilakukan pemilik klub untuk meringankan beban utang. Termasuk, menjual pemain bintang mereka, seperti Zlatan Ibrahimovic dan Thigo Silva beberapa tahun lalu.

Sebelumnya, miliarder asal China, Zong Qinghou juga dikabarkan mengincar 75% saham AC Milan. Namun pria pemilik harta kekayaan senilai US$ 19 miliar itu membantahnya. "Kami tidak memiliki rencana masuk ke bisnis sepakbola," tutur Qinghou. 

Editor: Uji Agung Santosa