JAKARTA. Rencana PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II mengerek biaya pelayanan peti kemas atau container handling charge (CHC) sebesar 10% mendapat penolakan dari kalangan pengusaha. Para pengusaha logistik justru berharap tarif turun. Menurut Zaldi Masita, Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia, peran pelabuhan Tanjung Priok yang dikelola Pelindo II tergolong vital. "Dengan menguasai 70% pergerakan angkutan laut di Tanah Air, setiap kenaikan biaya di Pelabuhan Tanjung Priok tentu saja akan meningkatkan biaya logistik," katanya, Selasa (20/5). Menurut Zaldi, sebelum wacana kenaikan tarif CHC ini muncul, Pelindo II sudah menjadi penyebab biaya logistik nasional yang tinggi. Pasalnya beberapa waktu lalu, perusahaan plat merah ini baru mendongkrak biaya kontainer sekitar 300% tanpa pandang bulu kepada para importir.
Pebisnis tolak kenaikan tarif peti kemas
JAKARTA. Rencana PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II mengerek biaya pelayanan peti kemas atau container handling charge (CHC) sebesar 10% mendapat penolakan dari kalangan pengusaha. Para pengusaha logistik justru berharap tarif turun. Menurut Zaldi Masita, Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia, peran pelabuhan Tanjung Priok yang dikelola Pelindo II tergolong vital. "Dengan menguasai 70% pergerakan angkutan laut di Tanah Air, setiap kenaikan biaya di Pelabuhan Tanjung Priok tentu saja akan meningkatkan biaya logistik," katanya, Selasa (20/5). Menurut Zaldi, sebelum wacana kenaikan tarif CHC ini muncul, Pelindo II sudah menjadi penyebab biaya logistik nasional yang tinggi. Pasalnya beberapa waktu lalu, perusahaan plat merah ini baru mendongkrak biaya kontainer sekitar 300% tanpa pandang bulu kepada para importir.