KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Mandat penerbitan surat utang korporasi yang belum tercatat di pasar modal masih cukup besar. Hingga akhir September 2026, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat nilai mandat tersebut mencapai Rp 56,19 triliun dari 40 perusahaan. Kepala Divisi Riset Ekonomi Pefindo Suhindarto mengatakan, mandat tersebut berasal dari berbagai sektor usaha. Layanan publik terkait pemerintah menjadi sektor dengan nilai mandat terbesar, disusul perbankan dan telekomunikasi. “Kami masih melihat mandat yang masuk ke Pefindo dan instrumennya belum listing ini masih cukup relatif besar. Hingga September kemarin, mandat yang masuk berjumlah Rp 56,19 triliun atau kalau kita bulatkan Rp 56,2 triliun, ini dari 40 perusahaan,” ujar Suhindarto dalam konferensi pers Pefindo, Rabu (14/10/2026).
Pefindo Catat Mandat Obligasi Korporasi Rp 56,19 Triliun hingga September 2026
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Mandat penerbitan surat utang korporasi yang belum tercatat di pasar modal masih cukup besar. Hingga akhir September 2026, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat nilai mandat tersebut mencapai Rp 56,19 triliun dari 40 perusahaan. Kepala Divisi Riset Ekonomi Pefindo Suhindarto mengatakan, mandat tersebut berasal dari berbagai sektor usaha. Layanan publik terkait pemerintah menjadi sektor dengan nilai mandat terbesar, disusul perbankan dan telekomunikasi. “Kami masih melihat mandat yang masuk ke Pefindo dan instrumennya belum listing ini masih cukup relatif besar. Hingga September kemarin, mandat yang masuk berjumlah Rp 56,19 triliun atau kalau kita bulatkan Rp 56,2 triliun, ini dari 40 perusahaan,” ujar Suhindarto dalam konferensi pers Pefindo, Rabu (14/10/2026).
TAG: