KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencermati risiko geopolitik dan nilai tukar dalam pemberian peringkat atau rating korporasi. Sebab kedua risiko tersebut berpotensi dapat menurunkan/menaikkan peringkat korporasi. Kepala Divisi Pemeringkatan Non Jasa Keuangan 1 Pefindo, Martin Johannes menjelaskan sektor-sektor yang ada kaitannya dengan aktivitas pembelian dan penjualan dengan mata uang asing akan terdampak dari pelemahan nilai tukar rupiah. Hal bisa terkait dengan bahan baku dan hal terkait lainnya. “Dalam pemantauan kami sektor-sektor hilirisasi seperti stainless steel, HPAL, aluminium, itu sedikit banyaknya terpapar risiko geopolitik dan pelemahan rupiah,” ujar Martin dalam konferensi pers, Rabu (22/7/2026).
Pefindo Cermati Risiko Geopolitik & Nilai Tukar dalam Pemeringkatan Rating Korporasi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencermati risiko geopolitik dan nilai tukar dalam pemberian peringkat atau rating korporasi. Sebab kedua risiko tersebut berpotensi dapat menurunkan/menaikkan peringkat korporasi. Kepala Divisi Pemeringkatan Non Jasa Keuangan 1 Pefindo, Martin Johannes menjelaskan sektor-sektor yang ada kaitannya dengan aktivitas pembelian dan penjualan dengan mata uang asing akan terdampak dari pelemahan nilai tukar rupiah. Hal bisa terkait dengan bahan baku dan hal terkait lainnya. “Dalam pemantauan kami sektor-sektor hilirisasi seperti stainless steel, HPAL, aluminium, itu sedikit banyaknya terpapar risiko geopolitik dan pelemahan rupiah,” ujar Martin dalam konferensi pers, Rabu (22/7/2026).
TAG: