Pefindo menetapkan peringkat idA+ untuk Askrindo Syariah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat idA+ untuk PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah (Askrindo Syariah) dengan prospek stabil. 

Pefindo menyebut, perusahaan penjaminan dengan peringkat idA memiliki keamanan keuangan yang kuat dibandingkan perusahaan lain. Namun Askrindo Syariah kemungkinan akan terpengaruh akan perubahan bisnis dibandingkan perusahaan dengan peringkat lebih tinggi. 

Sementara tanda tambah (+) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif kuat dan di atas rata-rata kategori yang bersangkutan. Peringkat ini juga menunjukkan dukungan kuat dari induk, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), kemudian likuiditas cukup kuat, permodalan dan cadangan di atas rata - rata. 


"Peringkat dibatasi oleh performa operasional yang moderat dan kompetisi yang ketat di industri. Peringkat dapat dinaikkan jika dukungan lebih kuat dari induk perusahaan," kata Pefindo, dalam keterangan resmi, Rabu (17/2). 

Baca Juga: Pengamat jaminan sosial minta stakeholder SJSN mengomunikasikan regulasi investasi

Perusahaan juga perlu untuk meningkatkan eksistensinya di industri penjaminan kredit, yang disertai dengan performa permodalan yang terus membaik. Namun, peringkat dapat diturunkan jika dukungan dari Induk berkurang.

Peringkat dapat direvisi jika terjadi penurunan tajam pada posisi pasar, profil permodalan atau profil kualitas aset memburuk secara substansial. Di sisi lain, Pefindo menilai profil kredit perusahaan secara keseluruhan akan tetap tetap moderat karena mempertimbangkan likuiditas yang cukup kuat dan permodalan yang di atas rata-rata. 

Baca Juga: Askrindo dukung usaha peternakan lebah hutan alam roban di Batang, Jateng

Sementara investasi perusahaan sebagian besar ditempatkan pada instrumen likuid seperti deposito berjangka dengan komposisi di atas 60%. Strategi investasi yang konservatif ini akan memitigasi risiko akan kebutuhan likuiditas yang berpotensi timbul dari tingginya potensi klaim dari segmen mikro, yang mendominasi portofolio penjaminan perusahaan sebesar 70% pada kuartal ketiga 2020. 

"Kami akan tetap waspada terhadap kinerja industri dan perusahaan selama pandemi ini, terutama terkait profil risiko bisnis dan posisi likuiditas perusahaan untuk menutupi potensi kewajiban keuangannya," tutupnya. 

Baca Juga: Askrindo dan Askrindo Syariah lakukan penjaminan KMK PEN Rp 9,7 triliun pada 2020

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati