Pefindo Pangkas Peringkat Danareksa, Imbas Perannya Jadi Holding Kawasan Industri



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat PT Danareksa beserta obligasi yang masih beredar dari idAA menjadi idA+. Penurunan peringkat ini sejalan dengan perubahan peran Danareksa dari holding lintas sektor menjadi holding yang berfokus pada pengelolaan kawasan industri.

Pefindo dalam riset pada 8 Oktober 2026 menjelaskan, penetapan peringkat idA+ ini berlaku untuk General Obligation (GO), Obligasi VII, dan Obligasi VIII Danareksa. Peringkat tersebut berlaku untuk periode 6 Oktober 2026 hingga 1 Oktober 2027, dengan prospek atau outlook stabil.

Pefindo menjelaskan, penurunan peringkat tersebut terutama mencerminkan berkurangnya kemungkinan dukungan pemerintah kepada Danareksa seiring transformasi bisnis perusahaan.


Baca Juga: Keponakan Presiden Prabowo Lepas Jabatan Komut, Harga Saham Properti Ini Nyungsep

Sebelumnya, Danareksa merupakan holding yang mencakup berbagai sektor, termasuk jasa keuangan, konstruksi, dan kawasan industri. Kini, perusahaan berfokus menjadi holding khusus kawasan industri.

Perubahan tersebut memengaruhi penilaian Pefindo terhadap kemungkinan pemerintah memberikan dukungan luar biasa kepada Danareksa ketika perusahaan menghadapi tekanan keuangan, termasuk dengan mempertimbangkan peran strategis perusahaan, dampak sosial, serta konsekuensi jika terjadi gagal bayar.

Meski peringkatnya turun, Pefindo menilai Danareksa masih memiliki kemungkinan dukungan pemerintah yang cukup tinggi. Perusahaan juga dinilai memiliki posisi yang kuat di industri kawasan industri serta fleksibilitas keuangan yang kuat.

Namun, peringkat Danareksa masih dibatasi oleh struktur permodalan, perlindungan arus kas yang moderat, serta paparan terhadap kondisi makroekonomi yang kurang menguntungkan.

Sebagai holding kawasan industri BUMN, Danareksa mengelola tujuh kawasan industri di Indonesia. Portofolionya mencakup PT Kawasan Industri Medan, PT Kawasan Industri Wijayakusuma, PT Kawasan Industri Makassar, PT Kawasan Berikat Nusantara, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut, PT Kawasan Industri Terpadu Batang, dan PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung.

Dalam penilaian Pefindo, prospek peringkat Danareksa dapat membaik apabila perusahaan mampu memperkuat posisi pasar melalui perluasan portofolio kawasan industri yang dikelola, disertai perbaikan rasio leverage keuangan.

Sebaliknya, peringkat berpotensi kembali turun apabila Danareksa gagal mencapai target pendapatan atau profitabilitas. Risiko penurunan juga dapat muncul apabila belanja modal dibiayai dengan tambahan utang yang melampaui proyeksi tanpa didukung prospek bisnis yang kuat, atau jika peran dan kontribusi perusahaan bagi pemerintah berkurang ketika menghadapi tekanan keuangan.

Dari sisi keuangan, Danareksa membukukan penjualan sebesar Rp1,85 triliun per Juni 2026. Sementara itu, EBITDA tercatat Rp 654,2 miliar dan laba bersih setelah kepentingan nonpengendali mencapai Rp 1,003 triliun.

Baca Juga: Rupiah Diprediksi Fluktuatif Pekan Depan, Cermati Harga Minyak dan Inflasi AS

Margin EBITDA Danareksa pada Juni 2026 tercatat 35,3%, lebih rendah dibandingkan 39,5% pada akhir 2025 dan 43,5% pada akhir 2024.

Dari sisi neraca, total aset yang disesuaikan mencapai Rp 63,57 triliun per Juni 2026. Adapun total utang yang disesuaikan sebesar Rp 4,64 triliun, dengan total ekuitas yang disesuaikan mencapai Rp 40,29 triliun.

Rasio utang disesuaikan terhadap ekuitas disesuaikan tercatat sebesar 0,1 kali pada Juni 2026, relatif sama dengan posisi akhir 2025, tetapi lebih rendah dibandingkan 0,3 kali pada akhir 2024.

Meski demikian, Pefindo menilai struktur permodalan dan perlindungan arus kas masih menjadi faktor pembatas peringkat Danareksa. Dengan prospek stabil, peringkat saat ini mencerminkan ekspektasi bahwa profil kredit perusahaan akan tetap terjaga, dengan tetap memperhatikan perkembangan bisnis dan dukungan pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News