KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat PT Industri Kereta Api (INKA) menjadi idB dari sebelumnya idBB dengan prospek negatif. Penurunan peringkat ini mencerminkan tekanan keuangan yang semakin berat, terutama akibat keterlambatan penyelesaian proyek yang menghambat penerimaan kas dan memperburuk kondisi likuiditas perusahaan. Analis Pefindo, Tsanya Chindra dalam rilis pada Jumat (6/11/2026) menjelaskan, keterbatasan modal kerja kini menjadi salah satu persoalan utama yang membayangi operasional INKA. Perusahaan ini menghadapi kesulitan pendanaan untuk memenuhi kewajiban pembayaran kepada pemasok sekaligus menjaga keberlangsungan kegiatan produksi sehari-hari. Kondisi tersebut turut meningkatkan ketidakpastian terhadap penyelesaian proyek-proyek yang sedang berjalan serta prospek arus kas perusahaan ke depan. Bahkan, tekanan likuiditas yang semakin besar dinilai dapat meningkatkan risiko terhadap kelangsungan usaha (going concern) dan kemampuan INKA memenuhi kewajiban keuangannya secara tepat waktu.
Pefindo Pangkas Rating INKA Jadi idB, Risiko Gagal Bayar & Gangguan Produksi Tinggi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat PT Industri Kereta Api (INKA) menjadi idB dari sebelumnya idBB dengan prospek negatif. Penurunan peringkat ini mencerminkan tekanan keuangan yang semakin berat, terutama akibat keterlambatan penyelesaian proyek yang menghambat penerimaan kas dan memperburuk kondisi likuiditas perusahaan. Analis Pefindo, Tsanya Chindra dalam rilis pada Jumat (6/11/2026) menjelaskan, keterbatasan modal kerja kini menjadi salah satu persoalan utama yang membayangi operasional INKA. Perusahaan ini menghadapi kesulitan pendanaan untuk memenuhi kewajiban pembayaran kepada pemasok sekaligus menjaga keberlangsungan kegiatan produksi sehari-hari. Kondisi tersebut turut meningkatkan ketidakpastian terhadap penyelesaian proyek-proyek yang sedang berjalan serta prospek arus kas perusahaan ke depan. Bahkan, tekanan likuiditas yang semakin besar dinilai dapat meningkatkan risiko terhadap kelangsungan usaha (going concern) dan kemampuan INKA memenuhi kewajiban keuangannya secara tepat waktu.
TAG: