KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) mempertahankan peringkat PT Bank Mandiri Tbk (
BMRI) di level idAAA/Stable. Peringkat tersebut berlaku untuk periode 1 September 2026 hingga 1 September 2027. Dikutip dari keterbukaan informasi BEI pada Senin (7/9), Pemeringkatan diberikan berdasarkan data dan informasi dari Bank Mandiri, termasuk laporan keuangan tinjauan terbatas per 30 Juni 2026 dan laporan keuangan audit per 31 Desember 2025. Pefindo menyebut, peringkat idAAA merupakan peringkat tertinggi yang diberikan lembaga pemeringkat tersebut. Obligasi atau obligor dengan peringkat idAAA dinilai memiliki kemampuan superior untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang dibandingkan obligor Indonesia lainnya.
Baca Juga: OJK Catat Aset Asuransi Non-Komersial Turun 2,44% per Juli 2026 Selain mempertahankan peringkat korporasi, PEFINDO juga memberikan peringkat tinggi terhadap sejumlah instrumen surat utang yang diterbitkan Bank Mandiri. Salah satunya adalah Obligasi Berkelanjutan Berkelanjutan (Sustainability Bond) I Bank Mandiri Tahun 2025 dengan nilai maksimum Rp 20 triliun. Instrumen tersebut memperoleh peringkat idAAA untuk periode 1 September 2026 hingga 1 September 2027. PEFINDO juga mempertahankan peringkat idAAA untuk Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 Seri B dan Seri C Bank Mandiri dengan nilai Rp 4 triliun. Peringkat tersebut berlaku hingga 1 September 2027. Untuk instrumen berbasis lingkungan, PEFINDO memberikan peringkat idAAA terhadap Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2023 Seri B dan Tahap II Tahun 2025 Seri B Bank Mandiri dengan nilai Rp 7,75 triliun. Peringkat tersebut berlaku untuk periode 1 September 2026 hingga 1 September 2027. PEFINDO juga mempertahankan peringkat idAAA terhadap Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2017 Seri C dan Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2020 Seri B Bank Mandiri. Peringkat instrumen tersebut berlaku hingga 1 September 2027. Sementara itu, Medium Term Notes Subordinasi II Tahun 2023 Bank Mandiri memperoleh peringkat idAA (Double A). Instrumen tersebut memiliki nilai Rp 100 miliar, dengan periode pemeringkatan 1 September 2026 hingga 1 September 2027. PEFINDO menjelaskan, efek utang dengan peringkat idAA memiliki kemampuan yang sangat kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut dibandingkan dengan emiten lainnya di Indonesia.
Selanjutnya, Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2016 Seri C Bank Mandiri senilai Rp 2,4 triliun juga memperoleh peringkat idAAA. Peringkat tersebut berlaku hingga 1 September 2027. Bank Mandiri juga mendapatkan peringkat idAAA untuk Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 Seri A senilai Rp 7 triliun. Peringkat tersebut berlaku hingga 29 September 2026. Dengan dipertahankannya rating idAAA/Stable, PEFINDO menilai, kemampuan Bank Mandiri dalam memenuhi komitmen keuangan jangka panjang tetap berada pada level superior. Dalam dokumen tersebut, PEFINDO menegaskan bahwa peringkat perusahaan merupakan opini mengenai kemampuan obligor dalam memenuhi kewajiban finansialnya secara penuh dan tepat waktu berdasarkan asumsi yang digunakan ketika peringkat ditetapkan. Namun, peringkat korporasi tersebut tidak secara otomatis berlaku terhadap efek utang tertentu yang diterbitkan Bank Mandiri. Sebab, pemeringkatan perusahaan tidak memperhitungkan struktur dan berbagai ketentuan dari efek utang, tingkat perlindungan, maupun posisi klaim pemegang efek utang apabila emiten mengalami likuidasi.
Baca Juga: Pefindo Beri Rating idAA- untuk Bank Panin Dubai Syariah dengan Outlook Stabil PEFINDO juga menegaskan bahwa peringkat yang diberikan bukan merupakan rekomendasi bagi pemodal untuk membeli, menjual, atau menahan efek utang yang diterbitkan maupun keputusan investasi lainnya. Dengan demikian, Bank Mandiri mempertahankan rating korporasi tertinggi idAAA dengan outlook stabil, sekaligus mempertahankan peringkat idAAA pada sejumlah instrumen obligasi berkelanjutan dan obligasi berwawasan lingkungan yang diterbitkannya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News