KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) mempertahankan peringkat PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (
BBRI) di level idAAA dengan outlook stabil. Peringkat tersebut berlaku untuk periode 1 September 2026 hingga 1 September 2027. Keputusan tersebut berdasarkan hasil rapat Komite Pemeringkatan PEFINDO pada 1 September 2026. PEFINDO menyatakan peringkat idAAA merupakan peringkat tertinggi yang diberikan kepada obligor maupun efek utang. "Obligor berperingkat idAAA merupakan peringkat tertinggi yang diberikan oleh PEFINDO. Kemampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya, relatif terhadap obligor Indonesia lainnya, adalah superior," demikian keterangan PEFINDO dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Senin (7/9).
Baca Juga: ALUDI Siapkan Strategi Dorong Pertumbuhan Securities Crowdfunding Semester II 2026 Pemeringkatan tersebut diberikan berdasarkan data dan informasi dari BRI, termasuk laporan keuangan tidak diaudit per 31 Maret 2026 dan laporan keuangan audit per 31 Desember 2025. Selain mempertahankan rating korporasi, PEFINDO juga menetapkan sejumlah peringkat terhadap instrumen surat utang BRI. Untuk Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BRI, PEFINDO mempertahankan peringkat idAAA. Obligasi tersebut memiliki nilai maksimum Rp20 triliun dan akan diterbitkan selama dua tahun sejak efektifnya pernyataan pendaftaran, dengan periode pemeringkatan 1 September 2026 hingga 1 September 2027. PEFINDO juga mempertahankan peringkat idAAA untuk Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 Seri A, Seri B dan Seri C serta Tahap II Tahun 2026 Seri A, Seri B dan Seri C BRI. Instrumen tersebut memiliki nilai Rp10 triliun dan peringkat berlaku hingga 1 September 2027. Selanjutnya, Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2017 Seri D BRI senilai Rp1,3005 triliun juga mendapatkan peringkat idAAA. Peringkat tersebut berlaku dari 1 September 2026 hingga 11 April 2027.
Untuk instrumen berwawasan lingkungan, PEFINDO memberikan peringkat idAAA terhadap Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2022 Seri C dan Tahap III Tahun 2024 Seri C BRI. Instrumen tersebut memiliki nilai Rp882,905 miliar dan peringkat berlaku untuk periode 1 September 2026 hingga 1 September 2027. PEFINDO juga mempertahankan peringkat idAAA atas Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2023 Seri C BRI senilai maksimum Rp 500 miliar. Peringkat tersebut berlaku hingga 17 Oktober 2026. Sementara itu, untuk Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2016 Seri E BRI senilai Rp2,35 triliun, PEFINDO menetapkan peringkat idAAA untuk periode 1 September 2026 hingga 1 Desember 2026. Pada instrumen surat berharga komersial, Surat Berharga Komersial Berkelanjutan I BRI 2025 dengan nilai maksimum Rp 1 triliun memperoleh peringkat idA1+. Peringkat tersebut berlaku hingga 1 September 2027. PEFINDO menjelaskan, efek utang jangka pendek dengan peringkat idA1+ merupakan kategori peringkat tertinggi yang diberikan PEFINDO. Kemampuan emiten memenuhi komitmen keuangan jangka pendek dinilai superior dibandingkan emiten Indonesia lainnya. Adapun Surat Berharga Komersial Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 Seri D BRI senilai Rp403,8 miliar juga mendapatkan peringkat idA1+ untuk periode 1 September 2026 hingga 29 November 2026.
Baca Juga: Pendapatan Bunga Bank Swasta Lesu, Kredit Berimbal Hasil Tinggi Masih Terbatas Untuk Obligasi Subordinasi IV Tahun 2023 BRI senilai Rp 500 miliar, PEFINDO memberikan peringkat idAA untuk periode 1 September 2026 hingga 1 September 2027. Menurut PEFINDO, efek utang dengan peringkat idAA memiliki kemampuan yang sangat kuat dalam memenuhi komitmen keuangan jangka panjang, meskipun sedikit berbeda dari peringkat tertinggi. Dalam surat pengantar hasil pemantauan pemeringkatan, PEFINDO menyebut proses pemeringkatan dilakukan berdasarkan kajian terhadap seluruh data dan informasi yang diperoleh serta hasil pembahasan Komite Pemeringkatan pada 1 September 2026.
BRI juga diminta menyampaikan informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi hasil pemeringkatan kepada PEFINDO paling lambat dua hari kerja sejak informasi atau fakta material tersebut muncul. Dengan dipertahankannya rating idAAA/Stable, BRI tetap berada pada peringkat tertinggi PEFINDO untuk kemampuan memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang. Namun, PEFINDO menegaskan bahwa peringkat merupakan opini mengenai kemampuan memenuhi kewajiban finansial dan bukan merupakan rekomendasi bagi investor untuk membeli, menjual, atau menahan efek utang. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News