KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (
BBRI) kembali mendapatkan penegasan peringkat kredit tertinggi dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Pefindo menegaskan peringkat idAAA untuk BBRI dengan prospek stabil. Peringkat tersebut berlaku mulai 1 September 2026 hingga 1 September 2027. Tak hanya peringkat utang jangka panjang, Pefindo juga mempertahankan peringkat untuk sejumlah instrumen pendanaan BBRI. Subordinated Bond IV mendapatkan peringkat idAA, sedangkan Surat Berharga Komersial (SBK) Berkelanjutan I memperoleh peringkat idA1+.
Penegasan rating tertinggi tersebut memperpanjang konsistensi peringkat kredit BBRI dalam beberapa tahun terakhir. Pefindo sebelumnya juga mempertahankan peringkat BBRI pada 2022, 2023, 2024, hingga September 2025.
Baca Juga: Tokio Marine Life Masih Membuka Peluang untuk Kembangkan Produk Unitlink Pefindo menilai terdapat sejumlah faktor utama yang menopang peringkat BBRI di level tertinggi. Pertama, BRI memiliki dukungan yang kuat dari pemerintah Indonesia. Sebagai bank komersial milik negara yang memiliki posisi penting dalam sistem perbankan nasional, keberadaan dukungan pemerintah menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penilaian Pefindo. Kedua, BRI memiliki profil bisnis yang superior, terutama berkat posisi kuat perseroan di segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Fokus tersebut menjadi salah satu keunggulan utama BBRI sekaligus memperkuat posisi bank dalam industri perbankan nasional. Ketiga, peringkat BRI ditopang oleh profil keuangan yang kuat, termasuk permodalan yang dinilai sangat kuat serta posisi likuiditas yang solid. Kombinasi ketiga faktor tersebut membuat Pefindo mempertahankan rating BBRI pada level idAAA dengan prospek stabil. Meski demikian, peringkat tersebut bukan berarti tanpa risiko. Pefindo menyebut rating BBRI dapat tertekan apabila terjadi pemburukan pada profil kredit independen perseroan atau terdapat penurunan tingkat dukungan dari pemerintah Indonesia. Kekuatan BBRI juga tercermin dari skala operasionalnya. Sebagai salah satu bank BUMN terbesar di Indonesia yang memiliki fokus kuat pada pemberdayaan UMKM, BBRI didukung sekitar 85.601 karyawan dan 7.857 jaringan kantor atau outlet yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga: OJK Masih Membahas Besaran Iuran Program Penjaminan Polis Dari sisi kepemilikan, Pemerintah Republik Indonesia melalui BPI Danantara menguasai 52,66% saham BBRI, sementara sebanyak 47,34% saham dimiliki oleh publik. Dengan posisi strategis tersebut, penegasan rating idAAA menunjukkan Pefindo masih melihat kemampuan kredit BBRI berada pada level tertinggi, dengan dukungan pemerintah, dominasi di segmen UMKM, serta kekuatan permodalan dan likuiditas sebagai fondasi utama. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News