KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memproyeksikan aktivitas penerbitan obligasi multifinance masih berpeluang berlanjut pada kuartal IV-2026. Fixed Income Analyst Pefindo Ahmad Nasrudin mengatakan kebutuhan refinancing menjadi salah satu pendorong utama. Ahmad menerangkan surat utang multifinance yang jatuh tempo sepanjang 2026 mencapai Rp 33,93 triliun, termasuk sebesar Rp 4,05 triliun pada kuartal IV-2026. "Angka tersebut tetap menciptakan kebutuhan pendanaan. Meski demikian, tidak seluruh obligasi yang jatuh tempo harus diganti dengan obligasi baru, karena perusahaan juga dapat menggunakan kas internal maupun pinjaman perbankan," ungkapnya kepada Kontan, Senin (5/10).
Pefindo Proyeksi Penerbitan Obligasi Multifinance Berlanjut pada Kuartal IV-2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memproyeksikan aktivitas penerbitan obligasi multifinance masih berpeluang berlanjut pada kuartal IV-2026. Fixed Income Analyst Pefindo Ahmad Nasrudin mengatakan kebutuhan refinancing menjadi salah satu pendorong utama. Ahmad menerangkan surat utang multifinance yang jatuh tempo sepanjang 2026 mencapai Rp 33,93 triliun, termasuk sebesar Rp 4,05 triliun pada kuartal IV-2026. "Angka tersebut tetap menciptakan kebutuhan pendanaan. Meski demikian, tidak seluruh obligasi yang jatuh tempo harus diganti dengan obligasi baru, karena perusahaan juga dapat menggunakan kas internal maupun pinjaman perbankan," ungkapnya kepada Kontan, Senin (5/10).