Pefindo Proyeksi Penerbitan Obligasi Multifinance Berlanjut pada Kuartal IV-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memproyeksikan aktivitas penerbitan obligasi multifinance masih berpeluang berlanjut pada kuartal IV-2026. Fixed Income Analyst Pefindo Ahmad Nasrudin mengatakan kebutuhan refinancing menjadi salah satu pendorong utama. 

Ahmad menerangkan surat utang multifinance yang jatuh tempo sepanjang 2026 mencapai Rp 33,93 triliun, termasuk sebesar Rp 4,05 triliun pada kuartal IV-2026. 

"Angka tersebut tetap menciptakan kebutuhan pendanaan. Meski demikian, tidak seluruh obligasi yang jatuh tempo harus diganti dengan obligasi baru, karena perusahaan juga dapat menggunakan kas internal maupun pinjaman perbankan," ungkapnya kepada Kontan, Senin (5/10).


Baca Juga: CIMB Niaga Proyeksikan NIM di Bawah 4% hingga Akhir 2026

Hingga September 2026, Ahmad menyampaikan penerbitan obligasi baru mencapai Rp 19,62 triliun, sehingga kebutuhan pendanaan sektor multifinance masih cukup besar. Dia bilang pipeline yang sudah terlihat memperkuat peluang penerbitan obligasi multifinance. 

Berdasarkan mandat yang diterima Pefindo, Ahmad mengatakan rencana penerbitan obligasi multifinance pada Oktober 2026 mencapai Rp 5,05 triliun. Alhasil, aktivitas penerbitan berpotensi kembali meningkat pada awal kuartal IV-2026.

Dengan demikian, dia menyebut penerbitan obligasi multifinance hingga akhir tahun diperkirakan tetap bertambah, tetapi realisasinya akan sangat bergantung pada kondisi yield dan kebutuhan pendanaan masing-masing perusahaan. 

Ahmad menerangkan sebenarnya besarnya pipeline Oktober 2026, bahkan melampaui jatuh tempo multifinance pada kuartal IV-2026. Hal itu menunjukkan bahwa penerbitan tidak hanya berpotensi digunakan untuk refinancing, tetapi juga untuk modal kerja atau pre-funding. 

"Meski demikian, dengan biaya pendanaan yang masih tinggi dan pertumbuhan pembiayaan yang moderat, penerbitan kemungkinan tetap dilakukan secara bertahap dan lebih selektif dibandingkan tahun lalu," ucap Ahmad. 

Baca Juga: BRI Siapkan Dana Rp 2,35 Triliun untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo Desember 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News