Pefindo Proyeksikan Multifinance Jadi Penerbit Surat Utang Paling Aktif pada 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memproyeksikan industri multifinance akan tetap menjadi salah satu penerbit surat utang atau obligasi paling aktif pada 2026. Fixed Income Analyst Pefindo Ahmad Nasrudin mengatakan hal itu dipicu kebutuhan pendanaan di tengah prospek ekonomi yang kuat. 

"Proyeksi itu juga didukung oleh mandat pemeringkatan yang telah diterima Pefindo per 31 Desember 2025, terdapat rencana penerbitan dari 3 perusahaan multifinance dengan total nilai Rp 4 triliun," katanya kepada Kontan, Senin (19/1/2026).

Ahmad berpendapat sektor multifinance diprediksi akan terus memanfaatkan pasar modal untuk menjaga likuiditas guna mendukung penyaluran kredit masyarakat. Selain itu, dia bilang kebutuhan lainnya juga datang dari re-financing atau proses mengganti pinjaman lama. 


Baca Juga: Pefindo Catat Rata-rata Kupon Penerbitan Surat Utang Multifinance Turun per Juli 2025

Sementara itu, Pefindo mencatat nilai obligasi multifinance yang jatuh tempo pada 2026 mencapai Rp 33,93 triliun. Ahmad menerangkan angka tersebut merupakan yang terbesar dibandingkan sub sektor keuangan lainnya, seperti perbankan sebesar Rp 17,58 triliun maupun pembiayaan nonmultifinance yang sebesar  Rp 20,07 triliun. 

Dia memprediksi distribusi jatuh tempo terbesar akan terjadi pada kuartal III-2026, dengan nilai estimasi sebesar Rp 13,68 triliun. Hal itu menuntut strategi refinancing yang proaktif dari para perusahaan.

Baca Juga: Pefindo Jalin Kesepakatan Kerja Sama dengan Dua Institusi Asal China

Sebagai informasi, Pefindo mencatat total nilai penerbitan surat utang multifinance per November 2025 mencapai Rp 37,98 triliun. Nominal tersebut melonjak 138%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 15,90 triliun.

Ahmad menerangkan dengan nominal tersebut, sektor multifinance menjadi salah satu kontributor utama dalam pasar surat utang korporasi per November 2025. Dia menyampaikan lonjakan tersebut didorong oleh kebutuhan perusahaan multifinance untuk mendukung ekspansi kredit konsumsi. 

Baca Juga: Pefindo: Penerbitan Surat Utang Multifinance Capai Rp 25,03 Triliun per Juli 2025

Selanjutnya: Hasil Daihatsu Indonesia Masters 2026, 3 Unggulan di Sektor Ganda Bertumbangan

Menarik Dibaca: Hasil Daihatsu Indonesia Masters 2026, 3 Unggulan di Sektor Ganda Bertumbangan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News