Pefindo Sematkan Peringkat idA+ untuk Jamkrindo Syariah, Prospek Stabil



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyematkan peringkat idA+ untuk PT Penjaminan Jamkrindo Syariah (Jamkrindo Syariah). Peringkat tersebut diberikan salah satunya karena tingkat pemodalan dan cadangan yang kuat. 

“Pefindo memberikan peringkat idA+ dengan prospek stabil untuk PT Penjaminan Jamkrindo Syariah (Jamkrindo Syariah),” ujar Rivkyanantyo & Hasnalia Hanifah, Analis Pefindo dalam keterangan resmi, Senin (29/6/2026). 

Pefindo mengatakan bahwa peringkat tersebut mencerminkan Tingkat kemungkinan yang kuat akan adanya dukungan dari PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) (BPUI atau IFG) sebagai pemegang saham pengendali terakhir.


Baca Juga: Laba Jamkrindo Syariah Tahun 2025 Melonjak Jadi Rp 141 Miliar

Profil kredit berdiri sendiri Jamkrindo Syariah didukung oleh kebijakan investasi yang konservatif, serta tingkat pemodalan dan cadangan yang kuat. Tetapi dibatasi oleh kinerja operasional yang moderat dan persaingan yang ketat di industri. 

Peringkat dapat dinaikkan jika terdapat bukti kuat adanya dukungan yang lebih besar dari BPUI. Hal itu yang tercermin dari peningkatan integrasi bisnis yang signifikan. Atau peningkatan kontribusi kepada induk perusahaan secara konsisten. 

Kenaikan peringkat juga harus disertai dengan kemampuan Jamkrindo Syariah untuk memperkuat kehadirannya di industri penjaminan kredit. Serta disertai dengan peningkatan dalam kinerja operasinya. 

Sebaliknya, peringkat dapat diturunkan jika tingkat dukungan induk melemah. Hal itu dapat diindikasikan oleh penurunan kepemilikan atau pengendalian yang substansial.

Peringkat juga dapat mengalami tekanan jika kinerja bisnis atau keuangan Jamkrindo Syariah mengalami penurunan yang signifikan. 

Baca Juga: Jamkrindo Syariah Gandeng PUI Perkuat Kapasitas Penjaminan Ulang Nasional

Sehubungan dengan proses streamlining yang sedang berlangsung dalam ekosistem badan usaha milik negara (BUMN), termasuk di sektor penjaminan, Pefindo memantau implementasi, perkembangan serta potensi implikasi dari inisiatif tersebut terhadap entitas yang diperingkat. Termasuk Jamkrindo Syariah. 

Saat ini Pefndo masih mempertahankan pandangan atas profil bisnis, profil keuangan, dan dukungan grup pada Jamkrindo Syariah. Karena proses streamlining tersebut masih berlangsung dan belum terealisasi. 

“Pefindo juga tidak melihat adanya potensi dampak negatif dari konsolidasi tersebut. Karena inisiatif ini pada dasarnya ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kapabilitas bisnis, dan meningkatkan produktivitas dalam ekosistem asuransi dan penjaminan BUMN, bukan untuk mengurangi skala usaha,” tulis Pefindo dalam laporannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News