JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyeret turun prospek dua bank nasional dari stabil menjadi negatif. Keduanya adalah PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dan PT Bank Pembangunan Daerah DKI Jakarta. Revisi turun prospek Bank Muamalat dan Bank DKI ini dikarenakan penurunan kualitas aset dan tren pembiayaan dalam perhatian khusus yang meningkat. Tidak hanya itu, Pefindo menilai, ada tekanan profitabiltias di salah satu bank di antaranya. Dyah Puspita Rini, Analis Pefindo mengatakan, pihaknya mengamati pelemahan lebih lanjut dari profil kualitas aset karena kurangnya manajemen risiko yang dilakukan Bank Muamalat. “Nonperforming finance/NPF (rasio pembiayaan bermasalah) Bank Muamalat mencapai 6,5% pada April 2015. Melesat dari periode yang sama tahun lalu, yaitu 1,5%,” ujarnya, Selasa (13/10).
Pefindo seret turun prospek dua bank jadi negatif
JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyeret turun prospek dua bank nasional dari stabil menjadi negatif. Keduanya adalah PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dan PT Bank Pembangunan Daerah DKI Jakarta. Revisi turun prospek Bank Muamalat dan Bank DKI ini dikarenakan penurunan kualitas aset dan tren pembiayaan dalam perhatian khusus yang meningkat. Tidak hanya itu, Pefindo menilai, ada tekanan profitabiltias di salah satu bank di antaranya. Dyah Puspita Rini, Analis Pefindo mengatakan, pihaknya mengamati pelemahan lebih lanjut dari profil kualitas aset karena kurangnya manajemen risiko yang dilakukan Bank Muamalat. “Nonperforming finance/NPF (rasio pembiayaan bermasalah) Bank Muamalat mencapai 6,5% pada April 2015. Melesat dari periode yang sama tahun lalu, yaitu 1,5%,” ujarnya, Selasa (13/10).