KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pegadaian terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pelaku usaha untuk memperkuat ekosistem
bullion di Indonesia. Kepala Divisi Bisnis Bullion PT Pegadaian Kadek Eva Suputra mengatakan kolaborasi menjadi kunci bagi Pegadaian untuk memperluas dan meningkatkan pasar
bullion. "Kalau meningkatkan pasar
bullion tentu ini adalah kata kuncinya kolaborasi," ujarnya saat ditemui langsung di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2026).
Kolaborasi yang dimaksud adalah Pegadaian terbuka untuk melakukan kerja sama dengan berbagai pihak yang terlibat dalam rantai bisnis emas, mulai dari perusahaan tambang, manufaktur,
refinery, perbankan, hingga perusahaan-perusahaan retail.
Baca Juga: Jelang Akhir Tahun, Perbankan Bidik Peluang Bisnis Lifestyle dari Gelaran Travel Fair Selain itu dalam ekosistem
bullion, menurut Kadek, Pegadaian mengambil peran melalui sejumlah layanan. Di antaranya adalah penilaian emas, penyimpanan emas, perdagangan emas, dan pembiayaan emas. Di sisi lain, pengembangan ekosistem bullion perusahaan juga didukung oleh penguatan layanan digital yang dikembangkan oleh Pegadaian, yaitu aplikasi Tring! by Pegadaian. Sementara itu, dalam skala yang lebih luas, Pegadaian juga mendorong penguatan industri
bullion melalui Indonesia Bullion Market Association (IBMA).
Kadek berharap asosiasi tersebut dapat menjadi wadah bagi pelaku usaha di ekosistem
bullion untuk menyampaikan perkembangan dan kebutuhan industri kepada regulator. Dengan demikian, regulator diharapkan dapat merumuskan kebijakan yang tepat untuk mendukung pengembangan ekosistem
bullion dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga: Pertumbuhan Industri Pergadaian Melambat Jadi 44% pada Agustus 2026, PPGI Buka Suara Ke depannya, Pegadaian akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra strategis untuk membangun ekosistem
bullion yang lebih terintegrasi guna terus mendorong pertumbuhan pasar
bullion di Indonesia. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News