Pegadaian dan KSEI Berkolaborasi: Siap Luncurkan ETF Emas pada Semester II-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pegadaian dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) resmi menjalin kerja sama strategis untuk memperkuat ekosistem investasi emas di pasar modal Indonesia.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan bergabungnya Pegadaian sebagai Pemegang Rekening KSEI sekaligus menjadi fondasi pengembangan Electronic Gold Receipt (EGR) dan Exchange Traded Fund (ETF) Emas yang ditargetkan hadir pada semester II-2026.

Keputusan ini disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada April 2026. Persetujuan ini menjadi landasaran formal yang membuka jalan hadirnya milestone penting di pasar modal Indonesia, yaitu terbentuknya infrastruktur penyimpanan dan penyelesaian efek EGR pertama di Indonesia yang mendasari produk investasi EFT Emas.


Dengan status tersebut, Pegadaian memperoleh kewenangan untuk mencatat EGR secara langsung ke dalam sistem KSEI, yaitu The Central Depository and Book-Entry Settlement System (C-BEST).

Baca Juga: Kinerja Bumi Resources (BRMS) Diproyeksi Meningkat, Simak Rekomendasi Sahamnya

EGR merupakan bukti kepemilikan emas digital yang dijamin oleh emas fisik dan dicatat secara elektronik di sistem KSEI. Emas fisik yang menjadi dasar penerbitan EGR akan disimpan dan diadministrasikan oleh Pegadaian sebagai penyelenggara kegiatan usaha bullion yang telah memperoleh izin dari OJK.

Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan langkah nyata untuk mendukung penguatan ekosistem bullion di Indonesia melalui kehadiran ETF Emas. Menurutnya, instrumen investasi berbasis emas tersebut telah berkembang di berbagai negara dan menjadi salah satu alternatif investasi yang diminati investor.

"Kami berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan peran kami sebagai penyedia dan penyimpan emas terpercaya, memberikan jaminan transparansi penuh bagi para investor bahwa setiap gram emas digital yang mereka transaksikan didukung penuh oleh fisik emas yang nyata di brankas kami," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (12/6/26).

Sementara itu, Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat menilai bergabungnya Pegadaian sebagai Pemegang Rekening KSEI menjadi langkah penting dalam pengembangan EGR dan ETF Emas sebagai pilihan investasi baru di pasar modal Indonesia.

"Bergabungnya Pegadaian sebagai Pemegang Rekening KSEI menjadi salah satu langkah relevan untuk menyambut pengembangan EGR dan ETF Emas sebagai bagian dari upaya perluasan pilihan produk investasi pasar modal Indonesia," kata Samsul.

Dengan bergabungnya Pegadaian, jumlah Pemegang Rekening KSEI bertambah menjadi 124 institusi. KSEI menilai penambahan tersebut akan mendukung pendalaman pasar modal, memperkuat ekosistem keuangan nasional, dan berpotensi meningkatkan aset kelolaan dan likuiditas pasar modal Indonesia.

Secara operasional, kerja sama ini mencakup dua aspek utama. Pertama, Pegadaian berwenang mencatat EGR ke dalam sistem KSEI guna mempercepat proses pemindahbukuan dan rekonsiliasi antara catatan elektronik dengan emas fisik yang menjadi underlying asset.

Kedua, Pegadaian berperan sebagai institusi penyimpan dan pengelola emas fisik yang menjadi dasar penerbitan ETF Emas.

Baca Juga: Harga Komoditas Energi Kompak Turun, Merespons Potensi Kesepakatan AS-Iran

Selain mendukung pengembangan ETF Emas, status baru tersebut juga membuka peluang bagi Pegadaian untuk mengoptimalkan produk Pegadaian Gadai Efek. Nantinya, ETF Emas dapat digunakan sebagai agunan pembiayaan melalui produk tersebut, sebagaimana saham dan obligasi yang saat ini telah dapat dijadikan jaminan.

Pengembangan ETF Emas juga didukung oleh tingginya minat masyarakat terhadap investasi emas yang tumbuh sebesar 56,7% dalam denominasi rupiah sepanjang 2025.

Selain itu, survei internal BEI terhadap 515 investor individu dan 67 investor institusi menunjukkan ETF berbasis emas menjadi salah satu produk investasi yang paling dinantikan untuk diterbitkan di pasar modal Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News