Pegadaian Siapkan Pendanaan Jelang Ramadan, Antisipasi Lonjakan Permintaan Pembiayaan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pegadaian memastikan kesiapan pendanaan untuk mengantisipasi peningkatan permintaan pembiayaan masyarakat menjelang Ramadan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran penyaluran kredit tanpa mengganggu stabilitas keuangan perusahaan.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian Ferdian Timur Satyagraha menegaskan bahwa perusahaan telah menyiapkan strategi pendanaan sejak awal tahun.

Persiapan tersebut ditopang oleh posisi likuiditas yang kuat serta perencanaan yang matang guna menghadapi lonjakan kebutuhan pembiayaan musiman.


“Kesiapan ini didukung oleh posisi likuiditas yang kuat serta perencanaan pendanaan yang telah disusun sejak awal tahun, sehingga peningkatan penyaluran kredit dapat dilakukan tanpa mengganggu stabilitas keuangan perusahaan," kata Ferdian kepada Kontan, Jumat (30/1/2025).

Baca Juga: Harga Emas Melonjak, Minat Gadai Emas di Pegadaian Ikut Meningkat

Dari sisi sumber dana, Pegadaian mengandalkan pendanaan yang terdiversifikasi. Sumber tersebut berasal dari arus kas operasional, fasilitas pendanaan dari perbankan, hingga pemanfaatan instrumen pasar keuangan seperti obligasi dan sukuk.

Diversifikasi ini dinilai penting untuk menjaga fleksibilitas serta ketahanan struktur pendanaan perusahaan.

Secara historis, periode Ramadan memang identik dengan peningkatan kebutuhan pembiayaan di masyarakat. Kondisi ini berdampak langsung pada lonjakan kebutuhan pendanaan Pegadaian.

"Kebutuhan pendanaan pada bulan Ramadan secara historis mengalami peningkatan hingga dua kali lipat dibandingkan bulan-bulan biasanya, sejalan dengan peningkatan penyaluran kredit," tuturnya.

Baca Juga: Pegadaian: Transaksi Emas Rp 8,5 Triliun Awal Januari 2026, Minat Masyarakat Melonjak

Selain memastikan kecukupan likuiditas, Pegadaian juga terus mengoptimalkan strategi pendanaan seiring tren penurunan suku bunga. Optimalisasi ini memberikan dampak positif terhadap efisiensi biaya dana (cost of fund) perusahaan.

“Melalui pengelolaan pendanaan yang optimal dan strategi yang tepat, cost of fund Pegadaian berhasil ditekan hingga mencapai 5,97% per Desember 2025,” kata Ferdian.

Dengan kesiapan pendanaan yang terukur, Pegadaian optimistis mampu memenuhi kebutuhan pembiayaan masyarakat selama Ramadan sekaligus menjaga kinerja keuangan tetap sehat dan berkelanjutan.

Selanjutnya: Indonesia Financial Regulator Chief Resigns After US$ 80 Billion Market Rout

Menarik Dibaca: KAI Catat 131 Ribu Tiket KA untuk Angkutan Lebaran Telah Dipesan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News