JAKARTA. Awal 2015 lalu, Presiden RI Joko Widodo mengatakan bahwa Indonesia darurat narkoba. Hal itu diungkapkan Jokowi karena narkoba tidak hanya merasuk ke kalangan anak muda, tetapi juga institusi pemerintahan. Apa yang diungkapkan Jokowi itu seolah menjadi dejavu di awal 2016 ini. Sebab Bupati Ogan Ilir yang baru terpilih dalam Pilkada serentak akhir tahun lalu, Ahmad Wazir Nofiandi Mawardi diciduk Badan Narkotika Nasional (BNN) di rumahnya di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, pekan lalu (13/3). Bupati berusia 27 tahun yang kini berada di pusat rehabilitisi narkoba Lido, Jawa Barat, itu berencana akan kembali menjabat setelah enam bulan direhabilitasi. Maklum, Nofiandi berasal dari dinasti politik lokal yang memiliki dukungan politik kuat.
Pejabat daerah dalam radar BNN
JAKARTA. Awal 2015 lalu, Presiden RI Joko Widodo mengatakan bahwa Indonesia darurat narkoba. Hal itu diungkapkan Jokowi karena narkoba tidak hanya merasuk ke kalangan anak muda, tetapi juga institusi pemerintahan. Apa yang diungkapkan Jokowi itu seolah menjadi dejavu di awal 2016 ini. Sebab Bupati Ogan Ilir yang baru terpilih dalam Pilkada serentak akhir tahun lalu, Ahmad Wazir Nofiandi Mawardi diciduk Badan Narkotika Nasional (BNN) di rumahnya di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, pekan lalu (13/3). Bupati berusia 27 tahun yang kini berada di pusat rehabilitisi narkoba Lido, Jawa Barat, itu berencana akan kembali menjabat setelah enam bulan direhabilitasi. Maklum, Nofiandi berasal dari dinasti politik lokal yang memiliki dukungan politik kuat.