Pejabat The Fed Dorong Pemangkasan Suku Bunga Secara Agresif Tahun Ini



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Gubernur Federal Reserve (The Fed) Stephen Miran kembali mendorong perlunya pemangkasan suku bunga acuan secara agresif sepanjang tahun ini.

Dalam wawancara dengan Fox Business Network pada Selasa (3/2/2026), Miran menyatakan bahwa kebijakan moneter saat ini dinilai terlalu ketat bagi kondisi perekonomian.

“Saya mungkin melihat kebutuhan pemangkasan suku bunga sedikit lebih dari satu poin persentase sepanjang tahun ini,” ujar Miran.


Menurut dia, meskipun inflasi masih berada di atas target bank sentral sebesar 2%, tekanan harga yang mendasari (underlying inflation) sebenarnya sudah lebih terkendali dibandingkan yang terlihat di angka utama (headline).

Miran menilai, kombinasi inflasi inti yang relatif jinak serta pertumbuhan ekonomi yang tetap solid, didukung oleh berkurangnya beban regulasi memberi ruang bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga tanpa memicu kembali lonjakan tekanan harga.

Baca Juga: Dolar Bertahan Menguat Selasa (3/2), Didukung Data Ekonomi dan Ekspektasi The Fed

Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut memungkinkan bank sentral melonggarkan kebijakan moneternya tanpa harus khawatir terhadap risiko inflasi yang kembali memanas.

Masa jabatan Miran sebagai gubernur The Fed secara resmi telah berakhir pada akhir Januari. Namun, ia masih tetap menjabat hingga pejabat baru dikonfirmasi untuk mengisi posisinya.

Pada Jumat pekan lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan mantan bankir sentral Kevin Warsh sebagai kandidat pilihannya untuk memimpin bank sentral AS.

Pernyataan Miran ini menambah dinamika perdebatan di kalangan pejabat moneter AS terkait arah kebijakan suku bunga pada 2026, di tengah kondisi inflasi yang mulai mereda namun pertumbuhan ekonomi tetap kuat.

Selanjutnya: IHSG Berpeluang Lanjut Rebound Terbatas, Cek Saham Rekomendasi Analis, Rabu (4/2)

Menarik Dibaca: Jadwal Arsenal vs Chelsea (4/2): Duel Penentu Tiket Final Piala EFL di Emirates