Pekan depan, data China bisa tekan rupiah



JAKARTA. Kondisi ekonomi China menjadi sentimen eksternal yang mempengaruhi pergerakan rupiah dalam sepekan ini.

Pekan depan, data – data ekonomi negeri panda akan kembali menjadi faktor penggerak rupiah.

Agus Chandra, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures mengatakan, belum ada data ekonomi dalam negeri yang dapat mempengaruhi pergerakan rupiah pekan depan.


“Belum ada data baru yang dirlis pekan depan,” paparnya.

Sebaliknya, dari eksternal ada berbagai data ekonomi terutama dari China.

Pada awal pekan depan, Amerika Serikat (AS) libur nasional sehingga sentimen penggerak rupiah lebih sepi.

Kemudian pada Selasa (19/1) negeri Tiongkok akan merilis data pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2015 yang diprediksi sebesar 6,9% atau sama dengan kuartal sebelumnya.

China juga akan merilis data lain di hari yang sama, yakni pertumbuhan produksi sektor industri bulan Desember 2015 yang diprediksi sebesar 6% atau melemah dari sebelumnya 6,2% serta data fixed asset investment yang diperkirakan tetap di level 10,2%.

Di samping sentimen dari China, pergerakan rupiah akan melihat data inflasi, data perumahan dan klaim pengangguran AS yang dirlis pada Rabu (20/1) dan Kamis (21/1).

Menurut Agus, risiko terpaan sentimen eksternal membuat rupiah berpotensi melemah dalam sepekan ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto