Pekan depan, rupiah masih cenderung melemah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepekan depan, analis perkirakan rupiah masih akan melemah. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada perdagangan Jumat (4/5) tercatat melemah 0,04% menjadi Rp 13.954 per dollar AS. Sementara, rupiah bergerak turun 0,37% selama sepekan lalu.

Serupa, pada kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah juga anjlok 0,46% dalam sepekan terakhir menjadi Rp 13.943 per dollar AS.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan diakhir pekan rupiah masih tertekan karena indeks dollar yang menguat ke major currency.


Josua memproyeksikan rupiah sepekan depan masih akan melemah karena rilis data ketenagakerjaan AS yang positif dengan tingkat pengangguran turun menjadi 3,9% pada April 2018 dari bulan sebelumnya sebesar 4,1%.

Bahkan, Josua mengatakan jelang rapat Federal Open Market Comittee (FOMC) Juni 2018 rupiah masih akan cenderung melemah karena dollar AS masih akan support terhadap mata uang uatama dan asia.

Manyambut data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2018 yang akan rilis Senin (7/5), Josua memprediksikan bila data tersebut dirilis lebih tinggi dari yang diperkirakan sebesar 5,1% maka rupiah berpotensi menahan pelemahannya.

Josua memprediksikan rupiah sepekan depan akan bergerak di rentang Rp 13.900 per dollar AS hingga Rp 14.000 per dollar AS.

Wahyu Tribowo Laksono, analis Central Capital Futures menambahkan pergerakan rupiah mayoritas masih disetir sentimen kenaikan suku bunga AS.

"Sentimen dari AS cenderung negatif, tetapi tidak perlu terlalu khawatir karena The Fed cenderung hati-hati dalam naikkan suku bunga, dan less hawkish so the pressure could be limited," kata Wahyu, Jumat (4/5).

Sedangkan, Wahyu melihat sentimen domestik cendeurng positif didukung kebijakan pemerintah yang fokus pada pembangunan infrastruktur dan pasar keuangan yang kini terus Bank Indonesia upayakan untuk stabil.

Wahyu memproyeksikan rupiah di Senin (7/5) bergerak direntang Rp 13.800 per dollar AS higga Rp 14.000 per dollar AS. Sementara dalam sepekan, rupiah berpotensi bergerak di Rp 13.750 per dollar AS sampai dengan Rp 14.050 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia